Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai impor minyak dan gas (migas) Indonesia mengalami peningkatan pesat pada Mei 2026. Nilainya mencapai US$ 4,51 miliar atau naik 70,78% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (yoy).
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono mengatakan secara kumulatif sepanjang Januari-Mei 2026 nilai impor migas mencapai US$ 17,45 miliar atau naik 27,89% (yoy). Negara asal impor migas utamanya berasal dari Singapura dengan akumulasi mencapai US$ 5,1 miliar.
"Utamanya dari Singapura kita impor migasnya Januari-Mei 2026 sebesar US$ 5,1 miliar atau sekitar 29,38% terhadap total impor migasnya," kata Ateng dalam konferensi pers di kantornya, Jakarta, Rabu (1/7/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kemudian impor migas kedua terbesar berasal dari Malaysia. Adapun nilainya sekitar US$ 3,6 miliar atau 20,54% dari total impor migas.
Lalu impor migas ketiga terbesar dari Amerika Serikat (AS). Nilainya mencapai US$ 1,4 miliar atau sekitar 8,28%.
Ateng menyebut komposisi asal negara impor migas Indonesia itu tidak mengalami perubahan dibandingkan tahun lalu. Hanya saja ada pemain baru yang muncul sebagai negara impor terbesar, yakni Brazil.
"Khususnya untuk minyak mentah ini dari Brazil menjadi peringkat keempat pada Januari-Mei 2026. Hanya Brazil saja yang naik ke peringkat keempat," ungkap Ateng.
(aid/fdl)











































