Pertamina Mulai Distribusikan B50 Sebanyak 37,92 Juta Liter

Pertamina Mulai Distribusikan B50 Sebanyak 37,92 Juta Liter

Heri Purnomo - detikFinance
Kamis, 02 Jul 2026 11:56 WIB
BBM B50
B50/Foto: Dok. Kementerian ESDM
Jakarta -

PT Pertamina Patra Niaga mulai menyalurkan biodiesel B50 seiring implementasi mandatori B50 yang resmi berlaku mulai 1 Juli 2026. Pada tahap awal, perusahaan mendistribusikan sebanyak 37,92 juta liter B50 ke berbagai wilayah di Indonesia.

"Untuk di awal ini akan didistribusikan 37,92 juta liter hampir di sebagian besar wilayah di Indonesia," ujar Vice President Corporate Communication Pertamina Patra Niaga Kitty Andhora saat dihubungi detikcom, Kamis (2/7/2026).

Kitty menyampaikan bahwa untuk mendistribusikan BBM baru itu, pihaknya telah menyiapkan infrastruktur penyaluran B50 mulai dari Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM) hingga lembaga penyalur seperti Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) dan Agen Premium Minyak Solar (APMS).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia mengatakan pada tahap awal, B50 disalurkan melalui 29 dari 126 terminal Pertamina. Kitty menyampaikan jumlah ini akan terus bertambah secara bertahap.

"Jumlah 29 tersebut akan terus bertambah secara bertahap selama masa transisi," terangnya.

ADVERTISEMENT

Kitty menambahkan, pihaknya juga akan terus melakukan monitoring terhadap distribusi di lapangan. Hal ini guna menjamin BBM tersebut tersalurkan ke masyarakat.

"Kami masih terus melakukan monitoring untuk memastikan distribusi B50 sampai ke lembaga penyalur dan dapat dikonsumsi oleh masyarakat berjalan lancar," ujarnya.

Transisi 3 Bulan

Sebagai informasi, dalam pelaksanaan B50 ini, pemerintah memberikan masa transisi selama tiga bulan bagi seluruh badan usaha. Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM, Eniya Listiani Dewi mengatakan masa transisi ini dilakukan agar badan usaha bisa melakukan penyesuaian di lapangan, termasuk menghabiskan stok lama hingga proses pencampuran (blending).

"Masa transisi ditetapkan 3 bulan. Nah masa transisi itu apa? Satu, menghabiskan stok," ujar Eniya di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Jakarta Pusat, Kamis (25/6/2026).

Eniya menjelaskan selama masa transisi ini, kilang-kilang yang masih mempunyai sisa stok B40 diperbolehkan untuk menghabiskan terlebih dahulu. Namun, jika dilakukan pencampuran, Eniya menegaskan spesifikasinya dipastikan harus bertahap naik di atas 40%. Eniya menyebut PT Pertamina (Persero) berjanji untuk menghabiskan seluruh stok B40 dalam kurun waktu dua bulan.

"Blending-nya kan ada 30 perusahaan, BU BBN (badan usaha bahan bakar nabati) yang dua itu yang paling besar alokasinya kan Pertamina dan AKR, yang lain itu sekitar 30%. Jadi, dua itu sudah memakan 70% share, tapi itu pun hanya 3 bulan makanya kita sesuaikan 3 bulan," beber Eniya.

Eniya memastikan semua titik SPBU sudah mulai menjual B50 pada 1 Oktober mendatang. Terkait volume penyaluran, Eniya menjelaskan disesuaikan dengan kemampuan perusahaan.

"1 Oktober mulai semua titik sudah full B-50. Nah tentang volume dan sebagainya itu kita sesuaikan dengan kemampuan, kemampuan perusahaan," jelasnya.

Saksikan Live DetikSore :



Halaman 2 dari 2


Simak Video "Pertamina Talks 2026: Di Balik Layar Pertamina Menjaga Ketahanan Energi dan Bijak Berenergi"
[Gambas:Video 20detik]
(hrp/ara)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads