PLN Bakal Dapat Tambahan Pasokan Batu Bara 3 Juta Ton/ Bulan

PLN Bakal Dapat Tambahan Pasokan Batu Bara 3 Juta Ton/ Bulan

Heri Purnomo - detikFinance
Kamis, 02 Jul 2026 21:59 WIB
Pekerja mengoperasikan alat berat saat bongkar muat batu bara ke dalam truk yang didatangkan dari Samarinda di Pelabuhan  PLTU Tidore Kepulauan, Maluku Utara, Kamis (4/1/2023). Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat alokasi penggu
Ilustrasi: Bongkar muat batu bara untuk kebutuhan pembangkit listrik tenaga uap (PLTU)Foto: ANTARA FOTO/STR
Jakarta -

PT PLN (Persero) bersama Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menjaga sistem kelistrikan Jawa dengan menambah pasokan batu bara agar tidak ada lagi pemadaman bergilir.

Direktur Utama PT PLN (Persero) Darmono Prasodjo mengatakan pada Juli 2026, pihaknya mendapatkan tambahan pasokan batu bara sebesar 1,8 juta ton batu bara di luar pasokan yang sudah ada.

Kemudian mulai Agustus hingga Desember 2026, PLN juga mendapat tambahan pasokan batu bara sebanyak 3 juta ton per bulan. Ia mengatakan dengan tambahan ini akan mampu meningkatkan keandalan sistem kelistrikan di Pulau Jawa

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Untuk 2026 ini ada penambahan pasokan batu bara dengan kalori menengah sampai tinggi, yaitu 4.500 kalori ke atas, yang dialokasikan khusus untuk PLN dari Kementerian ESDM. Ini sebesar 1,8 juta ton on top dari existing supply untuk bulan Juli dan 3 juta ton per bulan dari bulan Agustus sampai bulan Desember," ujar Darmawan dalam rapat dengan Komisi XII DPR, Kamis (2/7/2026).

"Sehingga di sini ada penambahan kapasitas daya mampu pasok sebesar 5 GW di atas 35,9 GW. Yang tentu saja ini membuat sistem kelistrikan di Pulau Jawa menjadi jauh lebih andal lagi," sambungnya.

ADVERTISEMENT

Darmawan mengakui sempat terjadi kendala dalam penyediaan energi listrik di Jawa karena perubahan komposisi pada produksi batu bara nasional untuk pembangkit listrik.

Beberapa waktu lalu, produksi batu bara kalori rendah alami peningkatan, sementara baru bara kalori menengah dan tinggi menurun yang memang dibutuhkan untuk pembangkit listrik.

"Maka dalam hal ini Kementerian SDM, kemudian dari PLN kami mengoreksi ini dengan adanya khusus pasokan batu bara dengan kalori menengah ke atas, on top dari existing supply yang sudah ada," kata Darmawan.

(hrp/hns)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads