Pemerintah Siapkan Insentif Pajak buat Pabrik Baterai CATL di Karawang

Pemerintah Siapkan Insentif Pajak buat Pabrik Baterai CATL di Karawang

Heri Purnomo - detikFinance
Jumat, 03 Jul 2026 14:16 WIB
JIAN, CHINA - APRIL 22: Employees produce lithium batteries to be exported to African countries at the workshop of Jiangxi Huahao New Energy Co., Ltd. on April 22, 2024 in Jian, Jiangxi Province of China. (Photo by Zhu Haipeng/VCG via Getty Images)
Ilustrasi pabrik baterai. Foto: VCG via Getty Images/VCG
Jakarta -

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengatakan insentif pajak besar-besaran bagi pabrik baterai listrik raksasa di Karawang, Jawa Barat sedang dipersiapkan. Hal ini dibahas dalam rapat kordinasi yang dilakukan dengan Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan pada Selasa 30 Juni 2026.

Sekjen Kementerian ESDM Ahmad Erani Yustika mengatakan salah satu yang dibahas yakni soal interpretasi aturan mengenai fasilitas tax holiday untuk proyek Dragon di Karawang yang melibatkan Contemporary Amperex Technology Co Ltd (CATL) dan Indonesia Battery Corporation (IBC).Rapat tersebut juga membahas penguatan insentif perpajakan bagi proyek-proyek hilirisasi di sektor energi.

"Oh itu terkait dengan ini, jadi masalah tax holiday yang diajukan oleh proyek dragon yang di Karawang itu mengenai interpretasi atas keputusan Menteri Keuangan terkait dengan tax holiday. Kan ada beberapa perubahan, nah itu menyangkut penggunaan tahun itu," ujar Erani saat ditemui di Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (3/7/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Erani mengatakan saat ini pihaknya terus melakukan harmonisasi terkait hal tersebut. Hal ini dilakukan untuk memastikan apakah proyek dragon memenuhi syarat memperoleh fasilitas tax holiday.

ADVERTISEMENT

"Nah itu perlu ada kesepahaman lah antara DJP dengan BKPM, dengan ESDM ya, untuk memastikan apakah proyek dragon tadi itu, CATL, beberapa ininya, joint venture-nya, JVC-nya itu bisa memperoleh fasilitas tersebut," ungkap Erani.

Sebelumnya, dalam unggahan resmi Instagram @tanjungyuliot, disebutkan rapat kordinasi dilakukan antara Kementerian ESDM dan DJP.

Hal ini dilakukan sebagai bagian dari upaya pemerintah menciptakan iklim investasi yang lebih kompetitif, mempercepat pengembangan industri hilir, sekaligus meningkatkan nilai tambah sumber daya alam dan memperkuat ketahanan energi nasional.

"Langkah ini menjadi bagian dari upaya menciptakan iklim investasi yang lebih kompetitif, mempercepat pengembangan industri hilir, serta mendukung peningkatan nilai tambah sumber daya alam dan ketahanan energi nasional," ujar Yuliot dikutip dari Instagram resminya.

(hrp/hal)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads