CEO Danantara Rosan Roeslani optimistis pembangunan proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) Denpasar Raya dengan nilai investasi Rp 3 triliun selesai akhir 2027. Sementara itu, target penyelesaian proyek tertulis semester I-2028.
"Saya meyakini walaupun targetnya semester I-2028 kalau saya baca tadi di luar, tapi ini bisa selesai pada akhir tahun 2027," ujar Rosan dalam acara peresmian PSEL Denpasar Raya yang dipantau secara daring, Rabu (8/7/2026).
Rosan mengatakan, peresmian pembangunan PSEL Denpasar Raya menjadi tonggak penting dalam sejarah Indonesia. Proyek ini bukan hanya menghasilkan listrik, melainkan menyelesaikan persoalan sampah yang berdampak pada lingkungan dan kesehatan masyarakat
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Teknologi yang digunakan dalam proyek tersebut telah digunakan 50 negara dan mampu mengolah sampah baru maupun lama tanpa bau.
"Sesuai arahan Bapak Prabowo Subianto yang menyampaikan bahwa problem sampah ini adalah problem kita, yang harus kita selesaikan secepat mungkin, sesegera mungkin, sehingga tidak akan menjadikan beban di kemudian hari," katanya.
Di tempat yang sama, CEO PT Danantara Investment Management (DIM) Pandu Sjahrir mengatakan bahwa proyek PSEL Denpasar Raya dirancang untuk memberikan dampak nyata terhadap pengelolaan sampah, energi hijau, dan ekonomi lokal dengan mengacu pada standar lingkungan Europe Industrial Emissions Directive atau EU IED. Di mana fasilitas ini mampu mengolah lebih dari 500 ribu ton sampah per tahun atau lebih dari 40% timbunan sampah di Bali.
Fasilitas ini juga ditargetkan menurunkan emisi dari tempat pembuangan akhir hingga 80% dan memangkas emisi karbon sekitar 640 ribu ton CO2 per tahun.
"Dari sisi energi, inisiatif ini akan menghasilkan energi hijau yang dapat menyuplai kebutuhan sekitar 100.000 rumah masyarakat Bali," katanya.
Ia menambahkan proyek ini juga diperkirakan menciptakan 1.200 lapangan kerja hijau serta mengurangi kebutuhan lahan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) hingga 80%.
"Dan Inisiatif ini bernilai Rp 3 triliun, diperkirakan menciptakan 1.200 tenaga kerja hijau serta mengurangi kebutuhan lahan TPA sekitar 80%," pungkasnya.
Tonton juga video "Buka JEFF 2026, Pramono Dorong Penanganan Sampah Jakarta Lebih Masif"
(hrp/ara)










































