Pengusaha Mal Ngeluh Biaya Operasi Bengkak Imbas Listrik Padam Bergilir

Pengusaha Mal Ngeluh Biaya Operasi Bengkak Imbas Listrik Padam Bergilir

Retno Ayuningrum - detikFinance
Jumat, 10 Jul 2026 11:13 WIB
Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Alphonzus Widjaja
Foto: detikcom/Aulia Damayanti
Jakarta -

Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) mengaku pemadaman listrik yang terjadi beberapa waktu lalu berdampak pada biaya operasional yang membengkak hingga 200%. Situasi ini terjadi di tengah kondisi mal yang sedang low season atau sepi pengunjung.

Ketua Umum APPBI Alphonzus Widjaja mengatakan gangguan listrik membuat para pengelola mal untuk beralih menggunakan genset sebagai sumber daya cadangan. Akibatnya, biaya operasional membengkak.

"Gangguan listrik berarti kan pusat perbelanjaan tetap harus melayani masyarakat, harus tetap buka. Artinya apa? Menggunakan genset. Genset itu bahan bakarnya solar. Solarnya naik, solar non-subsidi ya, kan (harga) naiknya luar biasa. Itu membuat biaya operasional meningkat," ujar Alphonzus saat ditemui di Trans Studio Mal Cibubur, Jawa Barat, ditulis Jumat (10/7/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Alphonzus membeberkan biaya menggunakan genset jauh lebih mahal dibandingkan dengan tarif listrik reguler. Ia menyebut biayanya bisa meningkat 200%.

ADVERTISEMENT

"Ini sekedar contoh saja. Biaya kalau kita menggunakan genset untuk pasokan listrik, itu biayanya bisa sampai 200% dibandingkan dengan biaya (listrik) PLN. Apalagi kemarin kan ditambah harga solarnya kan naiknya luar biasa," jelasnya.

Untuk itu, ia meminta pemerintah untuk segera memitigasi agar hal serupa tak terjadi lagi. Sebab, ia mengakui kondisi tersebut dapat semakin menekan pengelola mal.

"Sebetulnya kita bisa atasi dengan mendorong penjualan kan? Tetapi sekarang low season. Nggak bisa didorong penjualannya. Jadi akhirnya biayanya naik. Sedangkan biaya naik di tengah-tengah kondisi kita berada pada saat low season. Itu yang sulitnya di situ," beber ia.

(acd/acd)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads