Target Bahlil: RI Bisa Campur Bensin dengan Etanol 10% Tahun Depan

Target Bahlil: RI Bisa Campur Bensin dengan Etanol 10% Tahun Depan

Heri Purnomo - detikFinance
Jumat, 10 Jul 2026 13:57 WIB
Kolaborasi Pertamina–Toyota, Uji Coba Bioethanol 100% di GIIAS 2024
Ilustrasi bioetanol. Foto: Pertamina
Jakarta -

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menargetkan penggunaan etanol sebagai campuran untuk bahan bakar minyak (BBM) jenis bensin 10% bisa dilakukan pada 2027.Target itu dibuat sejalan dengan keberhasilan pada implementasi biodiesel B50 yang resmi diluncurkan Prabowo Subianto kemarin.

Menurut Bahlil, melihat keberhasilan B50, pemerintah juga akan mengejar program mandatori untuk program etanol 10-20% beberapa tahun ke depan. Tahun depan direncanakan akan ada pencampuran bensin dan 10% etanol.

"Nah arahan Bapak Presiden, etanol kita harus lakukan, maka mandatori kita akan lakukan 2027, tahap pertama 10% sampai dengan 20%, sehingga etanol ini akan bisa mengikuti jejak daripada biodiesel," ujar Bahlil dalam peluncuran B50 di Rest Area KM 57, Tol Japek, Karawang, Jawa Barat, Kamis (9/6/2026) kemarin.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Langkah tersebut juga sejalan dengan melimpahnya bahan baku bensin jenis bioetanol di Indonesia. Mulai dari tanaman tebu, singkong, dan jagung yang tubuh subur di tanah air.

ADVERTISEMENT

Dia mengatakan bahwa nantinya pengembangan bahan baku tersebut akan dilakukan bersama Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara, Pertamina, serta pihak swasta.

"Jadi tebu, singkong, kemudian jagung, dan itu akan dikelola bersama-sama baik Danantara maupun Pertamina dan swasta yang lain," kata Bahlil,

Sebagai informasi, program mandatori biodiesel B50 mulai bergulir. Presiden Prabowo Subianto menyatakan setelah program ini berjalan, Indonesia tidak akan impor solar lagi. Prabowo mengatakan sudah lama mendorong kemandirian energi di tanah air.

Campuran minyak sawit 50% pada bahan bakar solar menjadi buktinya. Bahkan, Prabowo mendorong kalau bisa ada bahan bakar yang 100% menggunakan olahan kelapa sawit.

"Dari sejak saya belum dilantik sampai saya dilantik saya teruskan dorong dan menuntut tim saya kemandirian energi. B40 itu tidak cukup, bahkan pada saat itu saya mendorong ke arah B100," ungkap Prabowo saat bicara dalam peluncuran B50.

Prabowo mendapatkan laporan dari para menteri bahwa B50 saja sudah sangat baik untuk Indonesia. Dengan campuran olahan sawit 50%, Indonesia tidak lagi impor solar dari luar negeri.

"Tapi menteri saya yakinkan saya dengan adanya B50 saja kita tak impor solar lagi dari luar negeri. Jadi ini adalah suatu prestasi bangsa luar biasa," ujar Prabowo.

(hrp/hal)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads