Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan banyak pihak yang sempat menentang implementasi biodiesel B50. Menurutnya, pihak-pihak tersebut ingin Indonesia tetap bergantung pada impor BBM. Dengan begitu, mereka akan mendapatkan komisi jika Indonesia terus impor solar.
Menurutnya, beragam alasan diungkapkan oleh pihak-pihak yang menolak implementasi BBM campuran olahan minyak sawit tersebut. Mulai dari mesin rusak hingga pabrikan otomotif yang enggan menyesuaikan suku cadangnya.
"Dulu waktu kita mulai (B50), waduh banyak yang menentang. Dibilang tidak bisa dipakai, nanti mesin rusak, nanti pabrik tidak mau kasih kita mesin, nanti ini, nanti itu. Pokoknya mereka nggak mau kita B50," kata Prabowo dalam pidatonya saat meresmikan 5 bendungan, disiarkan secara daring melalui YouTube Sekretariat Presiden, Jumat (10/6/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Karena dia mau supaya apa itu? Kita impor (solar). Dia mau impor, impor, impor. Nah di situ dia ambil komisi," tegasnya menekankan.
Prabowo mengatakan setelah diluncurkannya B50 ini, maka Indonesia tidak lagi akan impor solar. Dengan begitu, Indonesia bisa menghemat devisa mencapai Rp 170 triliun.
"Bayangkan kalau itu Rp 170 triliun. Kalau komisinya 20% berapa itu? Rp 34 triliun. Rp 34 triliun dimakan hanya berapa belas orang," beber Prabowo.
Dia menekankan pemerintahannya ingin melakukan perjuangan untuk menghapus segala bentuk korupsi dari Indonesia. Tak terkecuali bagi pemburu rente impor.
"Bersama pemerintahan yang mendukung saya, bersama koalisi yang mendukung saya, dengan mandat yang diberikan oleh rakyat, yang kita perjuangkan adalah meraih kemakmuran untuk rakyat Indonesia dengan mengurangi, kalau bisa menghabisi korupsi," pungkas Prabowo dengan tegas.
(hrp/hal)










































