Prabowo Tantang 3 Menteri Bangun PLTS 100 GW: Bisa Nggak?

Prabowo Tantang 3 Menteri Bangun PLTS 100 GW: Bisa Nggak?

Anisa Indraini - detikFinance
Minggu, 12 Jul 2026 14:30 WIB
Presiden Prabowo Subianto saat acara peresmian bendungan, Lombok Barat, NTB, Jumat (10/7/2026). (YouTube Setpres RI)
Foto: YouTube Setpres RI
Jakarta -

Presiden Prabowo Subianto menantang tiga menterinya untuk segera membangun Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 100 gigawatt (GW). Orang nomor satu di Indonesia itu mau rencana tersebut terealisasi dalam dua tahun.

Tantangan ditujukan Prabowo kepada Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia, serta Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Perkasa Roeslani.

"100 gigawatt dalam dua tahun. Bisa Pak Rosan? Kok kurang keras, bisa? Bisa. Menteri Ekon, Menko bisa? Bisa. Menteri ESDM, bisa? Aku tidak tanya 'laksanakan', bisa nggak? Iya, bisa lah ya," kata Prabowo kepada para menterinya dalam Peluncuran B50 di Karawang, Jawa Barat, Kamis (9/7/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Prabowo mengatakan pembangunan PLTS menjadi bagian dari upaya pemerintah mempercepat transisi energi. Terlebih Indonesia diklaim sudah menjadi buah bibir oleh elite dunia perihal menekan emisi karbon.

ADVERTISEMENT

"Kita dibicarakan di dunia, kenapa? Kita leading dalam apa? Dalam mengurangi emisi karbon. Mereka tahu kita punya program B50 tadi. Berapa emisi kita hemat? 44 juta ton CO2 ekuivalen. Kita juga sudah diketahui oleh tim dunia, kita akan bangun 100 gigawatt tenaga surya," ucap Prabowo.

Di sisi lain, Prabowo mengungkap ada kemungkinan wacana ini akan dipandang sebelah mata oleh sejumlah pakar. Dia tidak menampik pemerintah akan diragukan oleh sejumlah pihak dalam proses merealisasikan program PLTS 100 GW ini.

"Dan kita akan di-'kenyek'. Saya kasih tahu, siap-siap, kita akan dihujat. Pakar-pakar yang pinter-pinter itu akan bilang, 'mana mungkin?' Ya kan? Mana Mungkin?" ucapnya lanjut.

Menurut Prabowo, yang masih sulit bagi Indonesia adalah tembus ajang bergengsi sepak bola Piala Dunia. Ia mengaku belum puas ketika Indonesia bisa mencetak bahan bakar minyak (BBM) jenis baru B50, namun belum masuk Piala Dunia.

"Yang masih kita sulit adalah masuk Piala Dunia, nah itu saya masih resah. Jadi saya resah, terus terang saja saya resah. Kita bisa (bikin) B50, tapi tidak bisa masuk Piala Dunia, saya masih tidak puas. Bagaimana caranya masuk Piala Dunia? Saudara-saudara, jangan anggap enteng, sepak bola itu kehormatan ya," pungkasnya.

(acd/acd)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads