Mandatori BBM Campur Etanol Ditargetkan Mulai Tahun Depan

Mandatori BBM Campur Etanol Ditargetkan Mulai Tahun Depan

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Minggu, 19 Jul 2026 13:45 WIB
Apa Itu BBM RON 90 dan RON 92? Ini Perbedaan serta Efeknya bagi Kendaraan
Foto: prostooleh/Freepik
Jakarta -

Indonesia ingin bergerak cepat untuk bisa memproduksi bahan bakar nabati. Setelah berhasil memproduksi biosolar, yaitu bahan bakar minyak (BBM) solar dicampur olahan minyak kelapa sawit, kini target berikutnya adalah memproduksi bioetanol.

Presiden Prabowo sendiri menargetkan dalam waktu dekat Indonesia akan mampu memproduksi BBM campuran etanol 10-20%.

"Jadi nanti bensin bisa dicampur dengan 10% etanol. Tapi tadi para petugas mengatakan kita bisa sampai E20," tegas Prabowo dalam pidatonya saat menghadiri Panen Raya TNI dalam Mendukung Program Ketahanan Pangan di Lanud Abdulrachman Saleh, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Jumat (17/7/2026) lalu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebelumnya, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia pernah mengatakan pemerintah akan mengejar program mandatori untuk pencampuran BBM dan etanol 10-20% beberapa tahun ke depan. Tahun depan direncanakan akan ada pencampuran bensin dan 10% etanol.

Target itu dibuat sejalan dengan keberhasilan pada implementasi biosolar B50 yang resmi diluncurkan Prabowo Subianto kemarin.

ADVERTISEMENT

"Nah arahan Bapak Presiden, etanol kita harus lakukan, maka mandatori kita akan lakukan 2027, tahap pertama 10% sampai dengan 20%, sehingga etanol ini akan bisa mengikuti jejak daripada biodiesel," ujar Bahlil dalam peluncuran B50 di Rest Area KM 57, Tol Japek, Karawang, Jawa Barat, Kamis (9/6) kemarin.

Langkah tersebut dilakukan juga sejalan dengan melimpahnya bahan baku bensin jenis bioetanol di Indonesia. Mulai dari tanaman tebu, singkong, dan jagung yang tubuh subur di tanah air.

Dia mengatakan bahwa nantinya pengembangan bahan baku tersebut akan dilakukan bersama Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara, Pertamina, serta pihak swasta.

"Jadi tebu, singkong, kemudian jagung, dan itu akan dikelola bersama-sama baik Danantara maupun Pertamina dan swasta yang lain," kata Bahlil.

Bangun 30 Pabrik Etanol

Kembali ke Prabowo, untuk mewujudkan rencana produksi bioetanol, pemerintah akan membangun lebih banyak pabrik baru. Dia mengatakan Indonesia bisa menerapkan bensin campuran etanol hingga E20.

Karena saat ini baru memiliki satu pabrik etanol, ia memutuskan pembangunan minimal 30 pabrik baru, bahkan bisa ditambah hingga 50 pabrik.

"Butuh tadi pabriknya yang baru kita miliki baru 1 pabrik. Tadi saya putuskan kita akan bangun minimal 30 pabrik etanol. Kalau perlu sampai 50 pabrik," kata Prabowo.

Dia membandingkan Indonesia dengan India yang telah menerapkan E20 dan Brasil yang sudah menggunakan E100. Menurutnya, Indonesia juga mampu melakukan hal serupa.

"India sudah E20, Brasil sudah E100. Masa Indonesia nggak bisa. Indonesia bisa kan? Bisa? Bisa, bisa," sebut Prabowo.

(acd/acd)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads