Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan akan menggelar program mandatori bioetanol secara bertahap. Rencananya, pada 2027 akan dilakukan mandatori etanol 10% atau E10 dan bisa berpeluang langsung ke etanol 20% atau E20.
Produksi bioetanol akan dilakukan bertahap dan tidak terburu-buru. Proyek mandatori biodiesel dijadikan percontohan untuk mandatori bioetanol.
"Bertahap, bertahap. Mungkin kita akan bertahap di E10 dulu ya. E10 mungkin 2027 dan langsung ke E20 ya. Jadi goal-nya itu mungkin setelah perencanaannya selesai. Jadi kita bertahap dulu, kita melakukan copy paste dari strategi yang dilakukan oleh B10, B20, B30 sampai sekarang B50," ujar Bahlil di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (20/7/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia mengungkapkan mandatori bioetanol sudah diusulkan sejak 2025 dan terus dikaji sampai sekarang. Targetnya yang ditetapkan E20 dapat dilakukan pada tahun 2028-2029.
Menurutnya pemerintah tak mau juga buru-buru untuk menerapkan mandatori bioetanol. Sebab, Bahlil ingin industri etanol sebagai bahan baku bioetanol dapat dikembangkan terlebih dahulu di tanah air. Jangan sampai BBM dan etanolnya harus diimpor juga.
"Kenapa? Karena begitu etanol kita terapkan mandatory, maka kita bisa melakukan efisiensi atau penghematan terhadap impor BBM jadi untuk bensin. Tetapi kita tidak pengen begitu kita terapkan E20 tapi etanolnya kita impor. Maka sekarang kita mempersiapkan industrinya dulu," beber Bahlil.
"Nah industrinya di mana? Ya itu bahan bakunya adalah singkong, tebu, kemudian jagung dan beberapa komoditas lain. Nah 1-2 tahun ini kita melakukan persiapan, setelah itu kita mandatory full E20," paparnya melanjutkan.
Lebih lanjut, Bahlil mengungkapkan pemerintah akan mendesain beberapa perkebunan tebu yang berorientasi pada industri hilirisasi dengan menjadikan perkebunan di Brasil jadi contoh.
Industri bisa dibuat menjadi dua model. Ketika harga gula naik, tebu akan diolah menjadi gula. Sementara bila harga etanol naik maka tebu akan disulap jadi etanol.
"Begitu harga etanol naik, dia akan di-switch ke etanol. Tapi begitu harga gulanya naik, dia akan switch ke gula. Jadi dua model ini akan kita lakukan dan ini sedang dilakukan pematangan terhadap beberapa industri dan perusahaan yang akan kembangkan," pungkas Bahlil.
(hns/hns)









































