Klaim RI Sudah Beli Minyak Rusia, Bahlil: Jangan Tanya Harga!

Klaim RI Sudah Beli Minyak Rusia, Bahlil: Jangan Tanya Harga!

Ignacio Geordi Oswaldo - detikFinance
Selasa, 21 Jul 2026 14:08 WIB
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia / Foto: Ignacio Geordy Oswaldo
Jakarta -

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, mengatakan pemerintah sudah membeli minyak mentah tahap pertama dari Rusia. Impor ini dilakukan oleh Badan Layanan Umum (BLU) energi, Lemigas Kementerian ESDM.

"Sudah kita lakukan tahap pertama, dilakukan oleh pemerintah Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan diperintahkan lewat Lemigas," kata Bahlil usai acara Global Hydrogen Ecosystem Summit & Exhibition (GHES) 2026 di JCC, Jakarta Pusat, Selasa (21/7/2026).

Meski begitu, ia tidak menjelaskan lebih rinci lebih jauh terkait volume pembelian maupun kapan minyak mentah itu masuk Indonesia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bahlil hanya menegaskan impor itu dilakukan untuk memastikan ketersediaan energi nasional sebagai respons atas kembali memanasnya pasar minyak global gegara konflik Amerika Serikat (AS) dan Iran.

"Kedaulatan bangsa nggak boleh diintervensi oleh negara lain, kita lagi butuh. Indonesia, pemerintah, dalam hal ini Menteri ESDM berkepentingan untuk menjaga stok cadangan daripada BBM kita. Saya nggak mau pusing mau ambil dari mana, yang penting tidak melanggar aturan, titik," tegasnya.

ADVERTISEMENT

Saat ditanya terkait harga minyak mentah asal Rusia lebih murah dari harga pasar saat ini atau tidak, Bahlil enggan untuk menjawab. Ia hanya memberi isyarat jika harga pembelian masih lebih baik.

"Jangan tanya harga lah, yang jelas lebih baik," jawab Bahlil.

Dalam kesempatan yang sama Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas), Laode Sulaeman, mengatakan belum dapat memberikan komentar ihwal impor minyak mentah asal Rusia tersebut.

"No comment dulu ya kalau impor dari Rusia. Nanti, kita tunggu comment-nya nanti, jangan sekarang," jawab Laode.

Sebagai informasi, Indonesia bakal mengimpor minyak dari Rusia sebanyak 150 juta barel. Hal ini didapatkan usai pertemuan antara Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Vladimir Putin beberapa waktu lalu.

Meski begitu Wakil Menteri ESDM, Yuliot Tanjung, menyampaikan minyak dari Rusia nantinya tidak akan langsung diolah menjadi bahan bakar minyak (BBM). Ia mengatakan minyak tersebut bakal menjadi cadangan penyangga energi nasional.

"Itu (Impor Minyak Rusia) menjadi cadangan penyangga energi nasional," ujar Yuliot saat ditemui di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (16/7/2026).

Adapun ketika ditanya terkait kabar sudah masuknya minyak asal Rusia di Pelabuhan Balikpapan, Yuliot belum bisa memastikan informasi tersebut. Ia mengatakan akan lebih dulu mengecek asal dan volume minyak tersebut.

"Untuk itu pengadaan minyak itu kan ada Indonesia blend. Indonesia blend itu kan jadi minyak itu kan melalui supplier yang ada. Jadi, supplier yang ada itu ya kita terima dalam negeri adalah dalam bentuk blending, Nusantara blending," terang Yuliot.

"Jadi, saya rasa itu dari mana asal ini ya, apakah itu ada ya dari Rusia, berapa jumlahnya kami cek dulu ya," sambung Yuliot.

Lihat juga Video Terpopuler Sepekan: RI Beli Minyak Rusia-Ketua Ombudsman Ditahan Kejagung

(igo/fdl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads