Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan pemberian insentif untuk industri kendaraan listrik (electric vehicle/EV) akan tetap dilaksanakan. Namun, penyaluran insentif hanya ke beberapa perusahaan saja.
"Motor listrik masih ada insentif nanti, tapi dialihkan ke beberapa perusahaan tertentu," ujar Purbaya saat ditemui di Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, Selasa (21/7/2026).
Saat ini, Purbaya masih menunggu masukan dari Kementerian Perindustrian dan Danantara. Sebab, kedua lembaga tersebut yang menentukan penyaluran insentif kendaraan listrik.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya masih tunggu masukan dari Menperin dan dari Danantara. Karena dia yang diminta menentukan kemana subsidinya, untuk mobil juga kita tunggu masukan," beber Purbaya.
Diberitakan sebelumnya, Purbaya mengatakan insentif untuk kendaraan listrik ditunda selama satu bulan. Ia mengatakan, masih terdapat hal-hal yang masih diperhitungkan.
"Insentif EV masih ditunda satu bulan lagi," kata Purbaya kepada wartawan di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta Pusat, Selasa (26/5).
Berdasarkan catatan detikcom, pemerintah berencana memberikan insentif kepada 200 ribu kendaraan listrik, masing-masing 100 ribu unit untuk motor dan mobil. Program ini awalnya ditargetkan mulai berjalan Juni 2026, namun dipastikan batal.
Khusus motor listrik, subsidi yang diberikan Rp 5 juta per unit. Sementara untuk mobil listrik masih dalam pembahasan. Hal itu disampaikan Purbaya dalam konferensi pers APBN KITA pada Selasa (5/5) kemarin.
Tonton juga video "Waktu 'Bulan Madu' Habis, Mobil Listrik Nggak Boleh Manja Lagi!"
(acd/acd)









































