Prabowo Buka Suara soal Prabowonomics

Prabowo Buka Suara soal Prabowonomics

Herdi Alif Al Hikam, Ignacio Geordi Oswaldo - detikFinance
Kamis, 23 Jul 2026 21:29 WIB
Presiden Prabowo menggelar rapat terbatas membahas Koperasi Desa dan Nelayan Merah Putih, di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (23/7/2026).
Presiden Prabowo Subianto.Foto: Muchlis Jr - Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden
Jakarta -

Presiden Prabowo Subianto buka suara soal arah pembangunan ekonomi nasional di bawah kepemimpinannya. Prabowo menegaskan, sebagai presiden menjalankan Pasal 33 dan 34 Undang-Undang Dasar (UUD) 1945.

Hal ini disampaikannya sebagai tanggapan atas istilah 'Prabowonomics' yang tertulis di kaos kader partai PKB dalam pagelaran puncak peringatan hari lahir (harlah) partai yang ke-28 hari ini.

"Saya terharu karena PKB dalam hari ulang tahunnya dengan begitu tegas menyampaikan dukungan kepada arah baru ekonomi. Saya juga merasa terharu saudara memakai kaos Prabowonomics," katanya dalam acara Harlah PKB yang disiarkan secara online, Kamis (23/7/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Pasal 33 dan Pasal 34 Undang-Undang Dasar kita itu keyakinan saya. Gagasan saya tidak ada yang baru, gagasan saya tidak ada yang luar biasa, gagasan saya hanya ingin menegakkan undang-undang dasar kita. Karena saya yakin bahwa Pasal 33 itu dan Pasal 34 itu adalah roh dari perjuangan pendiri-pendiri bangsa kita," sambung Prabowo.

Pasal 33 UUD 1945 mengatur tentang pengelolaan ekonomi berdasarkan asas kekeluargaan dan penguasaan negara atas sumber daya vital. Sedangkan Pasal 34 mengamanatkan negara untuk melindungi fakir miskin dan menyelenggarakan sistem jaminan sosial.

ADVERTISEMENT

"Saya yakin bahwa Pasal 33 dan Pasal 34 itu adalah roh dari perjuangan pendiri-pendiri bangsa kita. Kita ingin merdeka dari sejak ratusan tahun, puluhan tahun. Kita ingin merdeka agar kita seluruh rakyat Indonesia hidup layak. Kita menginginkan rakyat kita hidup layak," terang Prabowo.

Sebagai tindak lanjut atas Pasal 33 dan 34 ini, Prabowo mengatakan dirinya hanya berfokus dalam menjaga kekayaan alam Indonesia agar bisa dimanfaatkan oleh masyarakat dari seluruh lapisan, khususnya mereka kelas menengah ke bawah.

"Bagaimana kita bisa memberi kehidupan layak kepada rakyat kita kalau kekayaan kita diambil terus, dibawa ke luar negeri dan tidak dinikmati oleh rakyat kita. Ini tidak masuk akal. Dimana ada ilmu ini?" jelas Prabowo.

"Ekonomi itu jangan dianggap ilmu dewa-dewa gitu. Ekonomi itu sederhana. Kalau ibu buka warung ya itu ekonomi. Satu cangkir kopi, modalnya berapa? Dijual berapa? Selisihnya itu untung. Untung ditabung. Indonesia ini kekayaannya dibawa ke luar dan tidak ditabung-tabung karena tidak ada di Indonesia," tegasnya lagi.

(hns/hns)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads