PT ESSA Industries Indonesia Tbk (ESSA) menunda proyek bahan bakar pesawat ramah lingkungan dari minyak jelantah atau Sustainable Aviation Fuel (SAF). Sebelumnya, proyek ini rencananya dijalankan oleh anak usaha perusahaan, yakni PT ESSA SAF Makmur (ESM).
Penundaan proyek ini dilakukan berdasarkan hasil evaluasi menyeluruh sejumlah faktor strategis dan kondisi pasar terkini. Ketetapan berlaku efektif sejak 27 Juli 2026.
"PT ESSA SAF Makmur, salah satu anak Perusahaan ESSA, berdasarkan hasil evaluasi menyeluruh terhadap berbagai faktor strategis dan kondisi pasar terkini, telah memutuskan untuk melakukan penangguhan atas pengembangan Proyek Sustainable Aviation Fuel," ujar Legal Manager & Corporate Secretary ESSA, Shinta Siringoringo, dikutip dari Keterbukaan Informasi BEI, Selasa (28/7/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski begitu, ESSA menegaskan penundaan tidak lantas membatalkan rencana proyek SAF perseroan. Perusahaan juga menegaskan komitmennya untuk mengembangkan bisnis rendah karbon.
"ESSA tetap memiliki komitmen terhadap pengembangan bisnis rendah karbon dan akan terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan kondisi pasar, peluang bisnis, perkembangan teknologi, serta faktor-faktor strategis lainnya guna menentukan waktu yang tepat untuk melanjutkan pengembangan Proyek SAF berdasarkan hasil evaluasi ESM," pungkasnya.
Sebagai informasi, pergerakan saham ESSA saat ini melemah 1,64% ke level Rp 600 per saham. Volume perdagangan ESSA tercatat sebanyak 32,19 miliar dengan nilai transaksi sebesar Rp 19,90 miliar.
(ahi/ara)









































