Pertamina Pastikan Truk Tangki di Insiden Tanah Bumbu Bukan Armada Perusahaan

Pertamina Pastikan Truk Tangki di Insiden Tanah Bumbu Bukan Armada Perusahaan

Ignacio Geordi Oswaldo - detikFinance
Senin, 03 Agu 2026 11:33 WIB
Gedung Pertamina Patra Niaga
Foto: Ari Saputra
Jakarta -

PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan memastikan truk tangki yang terlibat dalam kecelakaan maut di Jalan Trans Kalimantan, Satui, Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan, bukan armada operasional milik perusahaan.

Area Manager Communication, Relations & CSR Regional Kalimantan PT Pertamina Patra Niaga, Edi Mangun, menjelaskan dalam penelusuran internal ditemukan bahwa kendaraan itu tidak terdaftar sebagai armada operasional Pertamina dan tidak tercatat melakukan aktivitas pelayanan di Terminal Pertamina.

"Kami terus berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan informasi mengenai kendaraan tersebut. Proses penanganan dan penyelidikan sepenuhnya kami serahkan kepada pihak berwenang," kata Edi dalam keterangan resminya, Senin (3/8/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Meski begitu, PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan menyampaikan duka cita mendalam atas insiden kecelakaan lalu lintas yang memakan korban jiwa tersebut.

"Kami menyampaikan belasungkawa dan duka cita yang mendalam kepada keluarga korban. Semoga korban yang menjalani perawatan segera pulih, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan serta kesabaran," ujarnya.

ADVERTISEMENT

Dalam catatan detik Kalimantan Selatan, kecelakaan tersebut terjadi pada Sabtu (1/8) sekitar pukul 12.00 siang waktu setempat, melibatkan mobil pikap yang mengangkut mahasiswa sedang Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari dua universitas dan sebuah truk tangki.

Kapolsek Mantewe AKP Kusnin menjelaskan kecelakaan bermula dari mobil tangki yang dikendarai korban MI melaju dari arah Banjarbaru menuju Batulicin. Kemudian mobil tangki hilang kendali dan masuk ke jalur kanan.

"Di jalur itu ada pikap yang dikemudikan oleh karang taruna TMA dan ditumpangi enam mahasiswa KKN dari Universitas Lambung Mangkurat dan Universitas Nahdatul Ulama Kalsel," ujar Kusnin, Sabtu (1/8/2026) sore.

Kusnin mengungkapkan mobil tangki yang hilang kendali kemudian menabrak pikap tersebut. Tiga korban yang duduk di depan sempat terhimpit sedangkan korban lain di belakang mengalami luka parah dan satu dinyatakan selamat dilarikan ke Rumah Sakit Marina Tanah Bumbu.

Usai dilakukan proses evakuasi, ketujuh korban dibawa ke Puskesmas Mantewe Tanah Bumbu. Sayang insiden ini menelan tujuh korban jiwa yang si antaranya sopir mobil tangki, karang taruna, dan lima mahasiswa KKN. Para korban meninggal pun kini sudah didampingi oleh keluarga dan pihak universitas.

(igo/fdl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads