Trump Bolehkan Kapal Berbendera Asing Angkut BBM ke AS

Trump Bolehkan Kapal Berbendera Asing Angkut BBM ke AS

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Selasa, 11 Agu 2026 08:30 WIB
U.S. President Donald Trump gestures as he participates in a cabinet meeting at Camp David in Thurmont, Maryland, U.S., July 31, 2026. REUTERS/Daniel Heuer
Presiden AS Donald Trump/Foto: REUTERS/Daniel Heuer
Jakarta -

Pemerintah Amerika Serikat (AS) mengecualikan Undang-undang (UU) Jones dan hingga November 2026. Hal ini merupakan keputusan langsung Presiden AS Donald Trump untuk menjaga pasokan minyak masuk ke negaranya.

UU Jones mengharuskan pengangkutan barang antarpelabuhan dilakukan oleh kapal berbendera AS. Trump mengeluarkan pengecualian 60 hari terhadap aturan ini pada 17 Maret lalu, kurang dari tiga minggu setelah AS dan Israel memulai perang dengan melancarkan serangan besar-besaran terhadap Iran.

Kini Trump ingin memperpanjang kebijakan itu selama 90 hari dalam upaya untuk menjaga aliran bahan bakar di tengah perang Iran. Perpanjangan 90 hari terbaru ini diperkirakan berlangsung hingga pertengahan November, melewati tanggal pemilihan paruh waktu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Seorang pejabat Gedung Putih mengatakan perpanjangan terbaru ini akan dipersempit dan hanya berlaku untuk kapal yang mengangkut sumber daya energi tertentu, komoditas minyak salah satunya. Perpanjangan ini juga mengharuskan Pentagon untuk berkonsultasi dengan Administrasi Maritim AS dan menentukan apakah pengecualian tersebut berlaku untuk setiap pelayaran pengiriman individu.

ADVERTISEMENT

"Kami memuji kepemimpinan pemerintah dalam memperpanjang pengecualian Undang-Undang Jones, tindakan penting yang akan menjaga agar energi Amerika tetap berjalan, memperkuat keamanan pasokan, dan membantu melindungi konsumen dari volatilitas harga yang tidak perlu. Langkah tegas ini akan memastikan bahan bakar penting mencapai wilayah yang paling membutuhkannya sekaligus memperkuat ketahanan Amerika di tengah gangguan pasar global yang sedang berlangsung," kata Kristin Whitman, wakil presiden senior hubungan pemerintah di American Petroleum Institute dikutip dari CNBC, Selasa (11/8/2026).

UU Jones dimaksudkan sebagai upaya untuk mengembangkan industri pelayaran domestik setelah Perang Dunia I. Namun, beberapa ekonom, termasuk mereka yang berada di lembaga libertarian Cato Institute, berpendapat bahwa UU Jones adalah bentuk proteksionisme yang sudah ketinggalan zaman.

Sejak Trump pertama kali mencabut pengecualian terhadap undang-undang tersebut, sekitar 210 pelayaran yang seharusnya dianggap ilegal berhasil dituntaskan. Mayoritas kapal-kapal ini mengangkut bensin dan minyak mentah.

Cato, mengutip data tersebut, memperkirakan ada hampir 55 juta barel kargo secara total telah dikirim dengan memanfaatkan kebijakan pengecualian UU Jones. Juru bicara Gedung Putih Taylor Rogers mengatakan pemerintahan Trump mengambil langkah tersebut untuk memastikan militer dan industri utama AS tetap memiliki akses tanpa gangguan ke sumber daya penting.

"Data menunjukkan bahwa pengecualian tersebut telah mendorong peningkatan signifikan dalam pengiriman domestik produk-produk penting seperti bensin, solar, dan bahan bakar jet. Presiden Trump terus mengambil tindakan berani dan masuk akal yang melindungi dan memperkuat keamanan ekonomi dan nasional Amerika," kata Rogers.

(hal/ara)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads