Bangun 100 GW Energi Surya, Prabowo: Matahari RI Tak Boleh Terbuang!

Bangun 100 GW Energi Surya, Prabowo: Matahari RI Tak Boleh Terbuang!

Fadhly Fauzi Rachman - detikFinance
Jumat, 14 Agu 2026 16:19 WIB
Presiden Prabowo Subianto
Presiden Prabowo Subianto / Foto: Screenshot YouTube Setpres
Jakarta -

Presiden Prabowo Subianto menargetkan pembangunan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) dengan total kapasitas 100.000 megawatt (MW) atau 100 gigawatt (GW). Pemerintah akan mempercepat penghentian pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD) dan menggantinya dengan PLTS.

Hal itu disampaikan Prabowo dalam Penyampaian Pengantar/Keterangan Pemerintah atas RUU tentang APBN Tahun Anggaran 2027 beserta Nota Keuangan dan Dokumen Pendukungnya di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8/2026).

"Kita telah mulai dan akan bangun 100.000 Mega Watt, atau 100 Giga Watt Energi Surya," kata Prabowo.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Prabowo mengatakan pemerintah akan mempercepat penutupan PLTD dan menggantinya dengan pembangkit berbasis energi surya. Tahun ini, pemerintah menargetkan pembangunan PLTS 30 GW sekaligus menghentikan PLTD dengan kapasitas 13 GW.

"Pemerintah akan mempercepat penutupan pembangkit listrik tenaga diesel dan menggantinya dengan pembangkit listrik tenaga surya," ujarnya.

ADVERTISEMENT

"Tahun ini, kita akan bangun 30 Giga Watt pembangkit listrik tenaga surya dan hentikan 13 Giga Watt pembangkit listrik tenaga diesel," lanjut Prabowo.

Menurut Prabowo, Indonesia punya potensi energi surya yang besar karena mendapatkan sinar matahari hampir sepanjang tahun. Kondisi tersebut dinilai tidak seharusnya membuat sejumlah wilayah masih bergantung pada pasokan solar untuk pembangkit listrik.

"Kita mendapat anugerah dari Tuhan Yang Maha Kuasa, sinar matahari hampir sepanjang tahun. Tidak masuk akal jika pulau-pulau kita terus menunggu kapal pembawa BBM solar untuk memperoleh listrik," katanya.

Prabowo mengatakan pembangunan PLTS juga dapat mendorong kemandirian energi di tingkat desa. Ia menyebut idealnya setiap desa memiliki PLTS berkapasitas 1 MW. "Dengan PLTS kita juga bisa bangun kemandirian energi tingkat desa. Idealnya, setiap desa ada PLTS 1 Mega Watt," ujarnya.

Prabowo menyebut pembangunan PLTS berkapasitas 100 GW berpotensi menghemat biaya produksi listrik hingga Rp 73,9 triliun setiap tahun.

"Menko Perekonomian menghitung, dengan PLTS 100 Giga Watt, negara akan hemat setidaknya Rp 73,9 triliun setiap tahun dari penurunan biaya pokok produksi listrik kita," kata Prabowo.

Ia menegaskan potensi energi surya Indonesia harus dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat. "Matahari Indonesia tidak boleh terbuang. Anugerah Tuhan Yang Maha Kuasa harus kita manfaatkan untuk kemakmuran rakyat," pungkasnya.

(fdl/hns)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads