Layanan Listrik-BBM di NTT Ditargetkan Normal dalam Sepekan

Layanan Listrik-BBM di NTT Ditargetkan Normal dalam Sepekan

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Minggu, 16 Agu 2026 22:00 WIB
Petugas PLN saat memperbaiki komponen jaringan distribusi yang terdampak guncangan gempa di wilayah Flores, NTT, Minggu (16/8/2026). Foto: Dok. Humas PLN
Foto: Petugas PLN saat memperbaiki komponen jaringan distribusi yang terdampak guncangan gempa di wilayah Flores, NTT, Minggu (16/8/2026). Foto: Dok. Humas PLN
Jakarta -

Pemerintah mempercepat proses pemulihan kondisi Nusa Tenggara Timur (NTT) pasca diguncang gempa. Gempa Magnitudo 7,7 melanda Pulau Flores, NTT, pada Sabtu kemarin.

Salah satunya, pemerintah menargetkan pemulihan fasilitas vital seperti jaringan listrik, air bersih, BBM, dan komunikasi dapat berfungsi normal secara terbatas dalam waktu tujuh hari. Hal ini diungkapkan langsung oleh Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto.

Suharyanto menyiapkan 8 strategi khusus untuk percepatan pemulihan dampak bencana. Pemulihan fasilitas vital merupakan poin ke enam strategi tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Demi mempercepat evakuasi, pemenuhan logistik, hingga pemulihan awal wilayah terdampak," kata Suharyanto dalam keterangan resmi Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom), Minggu (16/8/2026).

ADVERTISEMENT

Suharyanto mengatakan langkah yang pertama adalah dia meminta pemerintah daerah di enam kabupaten terdampak parah, yakni Manggarai, Manggarai Timur, Ngada, Ende, Nagekeo, dan Sikka, serta Pemerintah Provinsi NTT untuk segera menerbitkan penetapan status darurat resmi.

Menurutnya kepastian status hukum kedaruratan ini sangat vital agar BNPB, Kementerian Pekerjaan Umum (PU), dan lembaga terkait memiliki payung hukum untuk menyalurkan dukungan anggaran serta bantuan teknis secara maksimal ke wilayah terdampak.

Sejalan dengan penetapan status tersebut, pada poin kedua dijelaskan percepatan pembentukan Pos Satuan Tugas (Posko) di tingkat kabupaten/kota hingga provinsi harus dilakukan dengan mengoptimalkan peran unsur TNI-Polri sebagai komandan satgas.

Langkah ketiga, Suharyanto sebagai Kepala BNPB menyatakan akan mengomandoi langsung pembentukan Posko Utama Pendampingan Nasional di Labuan Bajo dan Posko Taktis di Maumere. Pembagian dua titik wilayah operasi ini dirancang untuk menjangkau seluruh kabupaten terdampak di Flores bagian barat dan timur secara cepat, presisi, serta merata.

Kemudian, BNPB pada langkah keempat juga akan mengoordinasikan pembukaan Posko Logistik Nasional di Halim Perdanakusuma, Jakarta. Pos penampungan terpusat ini bertugas menerima serta menyalurkan berbagai jenis bantuan dari kementerian, lembaga, BUMN, swasta, maupun masyarakat luas secara langsung menuju titik penerimaan di Flores melalui jalur udara.

Pada poin kelima, terkait keselamatan warga, Suharyanto menginstruksikan seluruh tim gabungan di bawah koordinasi Basarnas untuk memimpin pencarian dan pertolongan (SAR) hingga memastikan tidak ada lagi korban yang terjebak atau hilang. Operasi penyisiran reruntuhan ini terus dipacu bersama unsur TNI, Polri, dan relawan sampai lokasi terdampak dinyatakan benar-benar aman.

Ke enam pemulihan fasilitas vital dikebut dalam 7 hari. Pihaknya juga meminta agar pendataan kerusakan rumah warga dilakukan secara paralel tanpa menunggu masa tanggap darurat selesai. Pendataan awal yang cepat sangat dibutuhkan agar skema pembangunan Hunian Sementara (Huntara) atau perbaikan rumah dapat langsung dieksekusi.

"Saya mohon tidak usah menunggu sampai tanggap darurat selesai. Silakan mulai didata secara paralel. Begitu sudah jelas, segera kita tetapkan pembangunan, jangan sampai pendataan sekali lagi berlarut-larut," kata Suharyanto.

Lebih lanjut pada poin strategi ketujuh, Suharyanto mengoordinasikan pengerahan alutsista lintas lembaga, termasuk armada helikopter dan kapal laut milik TNI, Basarnas, serta BNPB. Seluruh alutsista udara dan laut ini difokuskan penuh untuk menembus titik-titik tersulit demi mengangkut bahan pangan, selimut, dan tenda pengungsian.

Poin terakhir pihaknya menginstruksikan pengoperasian Media Center resmi yang menggelar press briefing rutin setiap sore pukul 17.00 WITA. Kehadiran media center ini ditujukan untuk menyajikan pembaruan data secara transparan dari hari ke hari (day-to-day) sekaligus meredam simpang siur informasi dan disinformasi di tengah masyarakat.

(acd/acd)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads