Pemulihan suplai BBM dan LPG di wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), terus dilakukan setelah gempa bumi melanda wilayah tersebut. Sejumlah fasilitas energi kembali beroperasi, sementara distribusi dilakukan melalui sejumlah jalur alternatif.
Pertamina Patra Niaga mencatat 6 Fuel Terminal (FT) di wilayah Flores masih beroperasi untuk menjalankan suplai dan distribusi energi. Sementara 3 FT lainnya masih mempersiapkan penyaluran sambil menunggu akses jalan yang terdampak longsor kembali normal.
Pemulihan juga dilakukan pada stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU). Dari total 52 SPBU di wilayah Flores, sebanyak 35 SPBU saat ini telah kembali beroperasi. Jumlah tersebut bertambah 3 SPBU dibandingkan pembaruan sebelumnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebanyak 17 SPBU lainnya masih dalam tahap pemulihan. Sejumlah mitra dan tenaga operasional masih fokus pada evakuasi dan pemulihan. Beberapa lokasi juga menghadapi kendala listrik, jaringan komunikasi, serta kerusakan sarana.
VP Corporate Communication Pertamina Patra Niaga Kitty Andhora mengatakan distribusi BBM tetap dilakukan melalui sejumlah alternatif, termasuk pengalihan suplai dari beberapa wilayah.
"Keselamatan masyarakat, pekerja, dan keandalan penyaluran energi menjadi prioritas kami. Karena itu, pemulihan dilakukan secara bertahap dengan memastikan setiap fasilitas yang akan dioperasikan telah melalui pengecekan dan memenuhi aspek keselamatan," ujar Kitty.
Alih suplai disiapkan dari FT Labuan Bajo, FT Bima, FT Ende, dan FT Maumere. Pertamina Patra Niaga juga menggunakan transportasi laut untuk memperkuat pasokan ke wilayah yang akses daratnya masih terdampak.
Di sisi LPG, sebanyak 5 agen LPG di wilayah Flores masih beroperasi dalam kondisi aman. Stok LPG secara umum tersedia di tingkat agen dan outlet.
Berdasarkan pembaruan pada 16 Agustus 2026 pukul 10.19 WITA, sebanyak 20 tabung LPG telah tiba di Maumere.
Pertamina Patra Niaga masih berkoordinasi dengan pemerintah daerah, BPH Migas, instansi terkait, mitra lembaga penyalur, dan pihak lainnya untuk mendukung pemulihan distribusi energi.
Masyarakat diimbau menggunakan BBM dan LPG sesuai kebutuhan serta mengikuti informasi resmi terkait penyaluran energi melalui Pertamina Contact Center 135.










































