Limbah Sawit Disulap Jadi Biometana, Energi Bersih buat Industri

Limbah Sawit Disulap Jadi Biometana, Energi Bersih buat Industri

Ardan Adhi Chandra - detikFinance
Rabu, 19 Agu 2026 12:34 WIB
reNIKOLA Holdings Sdn Bhd (reNIKOLA), melalui anak perusahaannya di Indonesia PT reNIKOLA Primer Energi (PT RPE) meneken perjanjian jual beli gas biometana terkompresi (compressed biomethane gas/CBG) jangka panjang bersama PT Pertagas Niaga (PTGN), a
Foto: Dok. reNiKOLA
Jakarta -

Gas biometana yang berasal dari limbah sawit dimanfaatkan untuk bahan bakar industri. Pengembangan ini diharapkan dapat menciptakan ratusan lapangan kerja yang akan mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.

reNIKOLA Holdings Sdn Bhd (reNIKOLA), melalui anak perusahaannya di Indonesia PT reNIKOLA Primer Energi (PT RPE) meneken perjanjian jual beli gas biometana terkompresi (compressed biomethane gas/CBG) jangka panjang bersama PT Pertagas Niaga (PTGN), anak perusahaan PT Pertamina Gas (PERTAGAS).

Perjanjian ini membangun landasan komersial untuk CBG yang diproduksi dari 8 pabrik kelapa sawit milik PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN IV) dan menandai langkah signifikan menuju pengembangan ekosistem biometana ke jaringan gas (biomethane-to-gas-grid) pertama di Indonesia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Proyek ini merupakan pengembangan biometana terklaster pertama dan terbesar, yang mengintegrasikan gas terbarukan dari 8 pabrik kelapa sawit ke dalam satu jaringan pasokan terpusat. Setelah selesai, proyek ini diperkirakan akan memproduksi lebih dari 830.000 MMBtu setiap tahunnya, dengan nilai investasi sebesar 40 juta US Dolar.

"Perjanjian ini merupakan pencapaian penting dalam upaya kami untuk mengoptimalkan potensi nilai biometana di Indonesia. Dengan mensinergikan pemasok bahan baku, penyedia infrastruktur gas, dan permintaan pasar jangka panjang, kami membangun ekosistem biometana terukur yang membuktikan bagaimana limbah pertanian dapat diubah menjadi sumber energi terbarukan yang andal," kata Chief Executive Officer/Direktur PT RPE, Amran Yusof dalam keterangan tertulis, Rabu (19/8/2026).

ADVERTISEMENT

Melalui Perjanjian ini, PTGN akan bertindak sebagai pembeli (offtaker) jangka panjang untuk CBG yang diproduksi oleh PT RPE selama periode 15 tahun. Gas terbarukan tersebut akan disalurkan kepada konsumen industri melalui jaringan distribusi gas alam yang sudah beroperasi saat ini.

Sebagai bagian dari kerja sama ini, PERTAGAS akan membangun stasiun injeksi biometana khusus pertama di Indonesia yang berlokasi di sekitar Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei. Fasilitas ini akan menghubungkan pabrik produksi biometana ke jaringan distribusi gas nasional, sehingga memungkinkan akses yang lebih luas terhadap gas terbarukan.

"Gas terbarukan memiliki peran penting dalam mendukung transisi energi Indonesia, khususnya bagi konsumen industri yang membutuhkan solusi energi rendah karbon. Melalui kolaborasi ini, kami menciptakan jalur bagi biometana untuk diintegrasikan ke dalam jaringan gas yang telah tersedia, memperluas akses terhadap energi yang lebih bersih sekaligus memanfaatkan infrastruktur yang ada secara optimal," kata President Director PTGN Toto Yulianto.

Selain memasok energi terbarukan, proyek ini diharapkan dapat memberikan manfaat lingkungan dan sosial-ekonomi yang signifikan. Dengan menangkap emisi metana dari limbah cair pabrik kelapa sawit (POME) yang biasanya terlepas ke udara bebas, proyek ini diperkirakan dapat mengurangi emisi gas rumah kaca sekitar 320.000 ton ekuivalen COβ‚‚ per tahun, Angka ini setara dengan mencegah pembakaran sekitar 161 juta kilogram batu bara setiap tahunnya.

"Kolaborasi ini mencerminkan komitmen kami untuk meningkatkan prinsip keberlanjutan kegiatan operasional kami sekaligus menciptakan nilai tambah dari sumber daya yang ada. Dengan mengubah emisi metana dari limbah cair pabrik kelapa sawit menjadi energi terbarukan, kami menunjukkan bagaimana industri kelapa sawit dapat memberikan kontribusi nyata terhadap pembangunan rendah karbon di Indonesia," tambah Bapak Jatmiko, Direktur Utama PTPN IV.

Tonton juga video "KLH Jadikan Industri Tahu Jombang Model Pengelolaan Limbah"

(ara/ara)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads