Memaknai Kemerdekaan Lewat Kedaulatan Energi

Memaknai Kemerdekaan Lewat Kedaulatan Energi

Hana Nushratu Uzma - detikFinance
Sabtu, 22 Agu 2026 14:09 WIB
Memaknai Kemerdekaan Lewat Kedaulatan Energi
Foto: 20detik
Jakarta -

Memaknai kemerdekaan Indonesia saat ini tidak lagi sebatas mengenang perjuangan merebut kemerdekaan dari penjajah. 81 tahun berlalu, kemerdekaan juga berarti kemampuan bangsa untuk berdiri di atas kaki sendiri, termasuk dalam mewujudkan kedaulatan energi.

Menurut Direktur Utama (Dirut) PT Bukit Asam Tbk (PTBA) Bambang Ismawan, tantangan bangsa Indonesia saat ini adalah bagaimana mengisi kemerdekaan dengan mewujudkan kesejahteraan masyarakat dan membangun kemandirian di berbagai sektor strategis.

"Setelah merdeka, kita harus punya tujuan. Salah satunya memajukan kesejahteraan umum, pendidikan, dan bagaimana Indonesia bisa menjadi bangsa yang mandiri serta tidak bergantung pada negara lain," ujar Bambang, dalam program Indonesia Punya Kita, Jumat (21/8/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bambang menilai langkah pemerintah yang mendorong ketahanan pangan dan ketahanan energi merupakan bagian dari upaya mewujudkan kemerdekaan dalam arti yang lebih luas.

Memperkuat Pasokan Energi dari Dalam Negeri

ADVERTISEMENT
Memaknai Kemerdekaan Lewat Kedaulatan EnergiFoto: 20detik

Bambang menjelaskan Indonesia pernah menjadi salah satu negara pengekspor minyak dan tergabung dalam Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC). Namun, kondisi saat ini telah berubah sehingga Indonesia menjadi negara pengimpor minyak.

Karena itu, Bambang menyebut berbagai kebijakan pemerintah untuk mengurangi ketergantungan impor energi perlu terus diperkuat. Salah satunya melalui pemanfaatan bahan bakar berbasis energi domestik, seperti implementasi biodiesel B50.

"Nah itu kan upaya yang dilakukan pemerintahan Pak Presiden (Prabowo Subianto) dan para menteri-menterinya bagaimana supaya kita tidak impor lagi. Salah satunya sekarang sudah solar," ujar Bambang.

"Suatu saat kita berharap ya, termasuk BBM yang lainnya, tidak impor lagi," sambungnya.

PTBA Jaga Pasokan Energi Nasional

Memaknai Kemerdekaan Lewat Kedaulatan EnergiFoto: 20detik

Sebagai bagian dari anggota holding Badan Usaha Milik Negara (BUMN) industri pertambangan Mining Industry Indonesia (MIND ID), PTBA memiliki peran penting dalam menjaga pasokan energi nasional, khususnya untuk kebutuhan pembangkit listrik.

Bambang menjelaskan batu bara masih menjadi salah satu sumber energi utama yang menopang kebutuhan listrik masyarakat. Oleh karena itu, PTBA mendapat penugasan untuk memastikan pasokan batu bara domestik tetap terpenuhi.

"Yang paling penting masyarakat tidak boleh terganggu kebutuhan listriknya. Karena itu kami berkomitmen memenuhi kebutuhan batu bara dalam negeri," ujar Bambang.

Bambang mengungkapkan PTBA setiap tahun memasok sekitar 17 juta ton batu bara untuk kebutuhan domestik. Jumlah tersebut dapat bertambah sesuai dengan kebutuhan, termasuk ketika PT PLN (Persero) membutuhkan tambahan pasokan.

Mengenai perannya sebagai bagian dari BUMN, PTBA memiliki dua tanggung jawab yang harus berjalan beriringan. Di satu sisi, perusahaan harus mendukung program pemerintah melalui penyediaan energi untuk masyarakat.

Di sisi lain, PTBA juga dituntut menghasilkan keuntungan untuk mendukung penerimaan negara.

"Satu sisi bisnis berjalan, tapi dukungan untuk negara terutama listrik juga berjalan, kayak gitu," kata Bambang.

Bambang juga menyinggung pentingnya transisi menuju energi yang lebih bersih dan berkelanjutan. Meski demikian, ia menilai batu bara saat ini masih menjadi salah satu sumber energi utama karena faktor ketersediaan dan biaya yang relatif lebih terjangkau dibandingkan beberapa energi terbarukan.

"Di samping itu tadi batu bara sekarang yang menjadi boleh dibilang ya sekarang pemasok utamalah atau suplai utama untuk energi sekarang masih batu bara kan. Karena memang untuk kita beralih ke energi yang bersih atau energi yang terbarukanlah gitu, itu secara harga agak mahal," jelas Bambang.

Ke depan, menurut Bambang, Indonesia perlu menjaga keseimbangan antara pemenuhan kebutuhan energi saat ini dan pengembangan energi yang lebih ramah lingkungan agar cita-cita menuju kemandirian energi dapat tercapai.

Bagi Bambang, semangat kemerdekaan tidak hanya diwujudkan melalui peringatan tahunan, tetapi juga melalui upaya bersama membangun Indonesia yang lebih mandiri, sejahtera, dan berdaulat di sektor energi.

(akd/ega)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads