AS Gempur Iran, Harga Minyak Langsung Melejit

AS Gempur Iran, Harga Minyak Langsung Melejit

Retno Ayuningrum - detikFinance
Senin, 31 Agu 2026 07:49 WIB
A drone view of a pump jack and drilling rig south of Midland, Texas, U.S. June 11, 2025. REUTERS/Eli Hartman
Ilustrasi/Foto: REUTERS/Eli Hartman
Jakarta -

Harga minyak mentah dunia langsung melompat 2% pada perdagangan Senin (31/8). Lonjakan ini terjadi setelah pasukan Amerika Serikat (AS) secara mengejutkan melancarkan serangan udara yang menghantam dua peluncur milik Iran di Pulau Larak, Selat Hormuz.

Dikutip dari Reuters, minyak mentah berjangka Brent melejit US$ 2,22 atau naik 2,52% dan kembali bertengger di atas level US$ 90, tepatnya pada posisi US$ 90,32 per barel pada pukul 22.02 GMT. Tak hanya itu, minyak mentah berjangka U.S. West Texas Intermediate (WTI) juga ikut terkerek naik US$ 2,01 atau 2,41% dan posisinya berada di level US$ 85,41 per barel.

Seperti diketahui, militer AS melancarkan serangan udara yang menghantam dua peluncur milik Iran di Pulau Larak, Selat Hormuz pada Senin dini hari yang dikonfirmasi pejabat pertahanan AS. Aksi militer tersebut tercatat sebagai gempuran langsung pertama AS terhadap Iran sejak akhir Juli lalu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Berdasarkan keterangan resmi pejabat AS tersebut, serangan ini terpaksa dilayangkan karena pasukan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) tertangkap basah sedang bersiap meluncurkan roket yang dilengkapi ranjau laut ke jalur vital Selat Hormuz.

Iran pun langsung merespons aksi tersebut. Menurut laporan Fox News yang mengutip sumber internal AS, Iran melancarkan serangan balasan dengan menargetkan pasukan AS yang bermarkas di Yordania.

ADVERTISEMENT

Meski demikian, gempuran balasan tersebut diklaim nyaris tidak membuahkan hasil signifikan. Berdasarkan unggahan di platform X, hampir seluruh rudal yang meluncur ke arah pangkalan AS tersebut berhasil dicegat tanpa menimbulkan dampak berarti.

Media pemerintah Iran melaporkan serangan awal AS di Pulau Larak telah memakan korban jiwa dan luka-luka, yang melibatkan personel militer maupun warga sipil. Garda Revolusi Iran pun langsung mengeluarkan ancaman keras dan menegaskan tindakan AS ini akan segera dibalas Iran.

(rea/ara)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads