Bahlil Buka Suara soal Pembatasan Pertalite Pakai Desil

Bahlil Buka Suara soal Pembatasan Pertalite Pakai Desil

Ignacio Geordi Oswaldo - detikFinance
Senin, 31 Agu 2026 19:43 WIB
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (4/8/2026).
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia. Foto: (Dok Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden)
Jakarta -

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan pembatasan pembelian Pertalite untuk kelompok masyarakat desil 9 dan 10 masih dikaji. Sebab menurut Bahlil data pembagian kelompok desil ini harus akurat dulu

"Itu masih di-exercise. Karena apa? Kita ingin subsidi itu harus tepat sasaran. Nah salah satu cara untuk membuat tepat sasaran data kita harus valid," ujar Bahlil di Gedung Nusantara I DPR, Jakarta Pusat, Senin (31/8/2026).

Bahlil mengatakan, pemerintah masih mengecek data desil masyarakat yang saat ini masih banyak dikeluhkan karena dinilai kurang sesuai dengan kondisi perekonomiannya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pemerintah tidak ingin pembatasan pembelian Pertalite untuk kelompok orang kaya malah menyulitkan masyarakat kurang mampu. Dengan kata lain, data desil ini harus akurat dulu sebelum rencana ini diterapkan.

"Nah desilnya ini yang kita lagi ngecek terus jangan sampai harapan kita baik, tapi ternyata implementasinya karena datanya yang tidak valid membuat sesuatu yang tidak sesuai harapan kita," terang Bahlil.

ADVERTISEMENT

Di luar itu, Bahlil mengatakan saat ini pihaknya juga sedang menghitung rencana kenaikan kuota BBM subsidi Pertalite imbas lonjakan harga Pertamax, yang menurutnya sempat menyebabkan peralihan konsumsi dari BBM nonsubsidi ke BBM bersubsidi.

"Kita lagi tetap menghitung potensi kelebihannya berapa. Memang kan waktu ketika terjadi kenaikan harga BBM dunia itu ada sebagian yang RON 92 rakyat yang lain masuk untuk mengisi ke RON 90 sehingga terjadi kenaikan. Tapi kenaikannya kita lagi menghitung," papar Bahlil.

Namun terlepas dari jumlah tambahan kuota subsidi BBM yang akan ditetapkan nanti, ia menegaskan pemerintah tidak akan menaikkan harga jual Pertalite setidaknya hingga Desember 2026.

"Tapi apapun yang terjadi saya menyampaikan bahwa harga minyak atau harga BBM subsidi khususnya subsidi itu tidak akan kita naikkan. Sampai dengan 2026 Desember sambil kita melihat perkembangan global. Tapi kalau untuk harga BBM non-subsidi kita akan serahkan kepada harga pasar," tegasnya.

(/hns)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads