Proyek Gasifikasi Batu Bara Jadi Metanol Dimulai, Hemat Devisa Rp 7 Triliun

Proyek Gasifikasi Batu Bara Jadi Metanol Dimulai, Hemat Devisa Rp 7 Triliun

Andi Hidayat - detikFinance
Senin, 31 Agu 2026 22:45 WIB
Batu bara hasil penindakan hukum laku dilelang
Ilustrasi.Foto: Dok. Kementerian ESDM
Jakarta -

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) meresmikan Proyek Strategis Nasional (PSN) Gasifikasi batu bara menjadi Metanol di Batuta Chemical Industrial Park (BCIP), Kutai Timur, Kalimantan Timur, Senin (31/8/2026).

Proyek ini ditargetkan menghasilkan sekitar 1,3 juta ton metanol per tahun dengan potensi menghemat devisa hingga Rp 7,1 triliun per tahun.

Wakil Menteri ESDM, Yuliot, menegaskan proyek ini menjadi bagian dari upaya pemerintah meningkatkan nilai tambah melalui hilirisasi batu baru. Groundbreaking ini juga menandai pembangunan industri methanol berbasis hilirisasi batu bara.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Proyek ini merupakan bagian dari upaya kita untuk meningkatkan nilai tambah sumber daya alam, memperkuat industri dalam negeri, mengurangi ketergantungan terhadap impor, serta mendukung ketahanan dan kemandirian energi nasional," kata Yuliot dalam keterangan tertulisnya, dikutip dari keterangan tertulis Kementerian ESDM, Senin (31/8/2026).

Proyek ini dikembangkan oleh PT Bumi Etam Chemical (BEC), perusahaan patungan PT Arutmin Indonesia dan PT Kaltim Prima Coal (KPC). Pembangunannya akan memanfaatkan lahan sekitar 943 hektare di kawasan BCIP.

ADVERTISEMENT

Yuliot berharap hilirisasi BEC dapat menjadi model bagi perusahaan batu bara lainnya, mengingat besarnya potensi batu bara berkalori rendah di Kalimantan dan Sumatera. Proyek ini akan mengolah sekitar 7,70-7,78 juta ton batubara berkalori 3.300-3.400 kcal/kg per tahun menjadi metanol berstandar internasional, yaitu International Methanol Producers and Consumers Association (IMPCA) Grade.

Produksinya ditargetkan mencapai 1,3 juta ton per tahun untuk memenuhi sebagian kebutuhan domestik dan mengurangi impor.

"Kami berharap dengan proyek yang memberikan multiplier effect yang nyata bagi seluruh stakeholder baik penciptaan lapangan kerja tumbuhnya industri pendukung serta peningkatan aktivitas ekonomi," jelas Yuliot.

Proyek ini dilengkapi fasilitas gasifikasi, reaktor sintesis, pembangkit listrik, pengolahan air, dan terminal pelabuhan. Teknologinya juga dilengkapi pengendalian emisi dan terintegrasi dengan Carbon Capture and Storage (CCS).

Metanol yang dihasilkan akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan industri, terutama petrokimia dan formaldehida, serta mendukung pengembangan FAME dan program B50.

Presiden Direktur BEC, Rio Supin, mengatakan perusahaan telah memasuki tahap engineering melalui penyusunan Front-End Engineering Design (FEED) dan Engineering, Procurement, Construction, and Commissioning (EPCC) Framework Agreement bersama PT Istana Karang Laut (IKL) dan China National Chemical Engineering Co., Ltd. (CNCEC) sejak 29 Juli 2026.

"Proyek Gasifikasi Batubara Pertama di Indonesia siap memasuki implementasi target commissioning tahun 2029 seusai arahan Pak Menteri. BEC siap mendukung kemandirian dan ketahanan energi nasional," jelas Rio.

(ahi/hns)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads