Pertamina Perluas Bahan Bakar Pesawat dari Minyak Jelantah ke 5 Lokasi

Pertamina Perluas Bahan Bakar Pesawat dari Minyak Jelantah ke 5 Lokasi

Heri Purnomo - detikFinance
Rabu, 02 Sep 2026 12:27 WIB
PT Pertamina (Persero) telah mengembangkan Pertamina Sustainable Aviation Fuel (SAF)
Foto: Pertamina
Jakarta -

PT Pertamina Patra Niaga memperluas layanan penyediaan pasokan Sustainable Aviation Fuel (SAF) atau bahan bakar penerbangan berkelanjutan di lima lokasi. Terbaru layanan itu hadir di Aviation Fuel Terminal (AFT) Juanda dan Integrated Terminal (IT) Surabaya yang telah mendapatkan sertifikasi International Sustainability and Carbon Certification (ISCC).

Sertifikasi ISCC tersebut telah terbit pada 8 Agustus 2026 dan berlaku selama satu tahun. Adapun lima lokasi tersebut meliputi AFT Soekarno-Hatta, AFT Halim Perdanakusuma, AFT Ngurah Rai, AFT Juanda, dan IT Surabaya.

Direktur Pemasaran Korporat Pertamina Patra Niaga, Alimuddin Baso, mengatakan perluasan sertifikasi ISCC menjadi lima lokasi merupakan langkah strategis untuk memperluas akses layanan SAF sekaligus memperkuat kesiapan Pertamina Patra Niaga dalam menangkap peluang pertumbuhan pasar penerbangan berkelanjutan di Indonesia.

"Dengan semakin luasnya cakupan sertifikasi dan kesiapan rantai pasok, kami optimistis dapat memberikan layanan yang semakin dekat dengan kebutuhan maskapai sekaligus mendukung pertumbuhan ekosistem SAF nasional," ujar Alimuddin dalam keterangan tertulis, Rabu (2/9/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Alimuddin mengatakan penambahan lokasi di Bandara Juanda turut membuka peluang untuk menangkap permintaan voluntary dari maskapai di wilayah Surabaya dan sekitarnya. IT Surabaya juga menjadi Integrated Terminal pertama di Pertamina Patra Niaga yang tersertifikasi ISCC, sehingga memperluas penerapan standar keberlanjutan pada rantai pasok di luar Aviation Fuel Terminal.

Penguatan sertifikasi ini sekaligus mendukung kesiapan Pertamina Patra Niaga terhadap implementasi mandat SAF Pemerintah Indonesia mulai 2027, melalui penguatan operasional, infrastruktur, serta tata kelola rantai pasok.

ADVERTISEMENT

Langkah tersebut menjadi bagian dari Dual Growth Strategy Pertamina dalam mengembangkan ekosistem biofuel dan bisnis rendah karbon, sekaligus mendukung upaya pencapaian target Net Zero Emission Indonesia 2060.

Lihat juga Video: Inovasi Minyak Goreng Bekas Jadi Biodiesel-Bahan Bakar Pesawat

(hrp/fdl)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads