Pertamina Putar Otak Kurangi Beban Subsidi LPG, Begini Caranya

Pertamina Putar Otak Kurangi Beban Subsidi LPG, Begini Caranya

Retno Ayuningrum - detikFinance
Jumat, 11 Sep 2026 17:10 WIB
Proses penyaluran gas LPG 3 kilogram ke Lombok Timur, NTB, Minggu (5/4/2026)
Ilustrasi penyaluran gas LPG. Foto: dok. Pertamina Patra Niaga
Cilacap -

Konsumsi LPG 3 kilogram bersubsidi semakin meningkat setiap tahunnya sehingga berdampak pada anggaran subsidi energi. PT Pertamina Patra Niaga berupaya untuk mengurangi beban keuangan negara tersebut.

Direktur Pemasaran Ritel Pertamina Patra Niaga Eko Ricky Susanto mengatakan pihaknya tengah gencar memberikan edukasi kepada konsumen agar beralih ke produk-produk non subsidi, seperti Bright Gas. Pihaknya ingin agar LPG bersubsidi hanya digunakan untuk masyarakat menengah ke bawah, dengan begitu pihaknya bisa mengurangi jumlah anggaran subsidi dari negara.

"Kita juga harapkan secara peruntukan sebenarnya ini adalah digunakan untuk mungkin masyarakat atau konsumen yang kelas menengah ke atas. Jadi ini salah satu tujuan untuk bisa mengurangi beban negara dalam hal beban APBN khususnya untuk subsidi dan kompensasi," ujar Eko dalam acara Pertamax Journey di Cilacap, Jawa Tengah, Jumat (11/9/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Salah satu contoh upaya edukasi yang dilakukan adalah membuat acara di Hari Pelanggan Nasional 2026. Pertamina menggelar kegiatan memasak dengan membagikan 8.100 porsi Ayam Kecap Rempah Nusantara kepada pelanggan. Seluruh hidangan dimasak bersama menggunakan Bright Gas oleh pelanggan, pelaku UMKM, dan komunitas, kemudian dibagikan secara gratis melalui SPBU, panti asuhan, serta lembaga sosial.

ADVERTISEMENT

Kegiatan memasak serentak ini berlangsung di delapan kota di Indonesia, yakni Jakarta, Medan, Palembang, Semarang, Surabaya, Balikpapan, Makassar, dan Jayapura.

"Jadi kami paham bahwa dengan semakin tingginya konsumsi BBM maupun LPG PSO itu juga otomatis berdampak kepada beban negara terhadap penggunaan APBN untuk subsidi dan kompensasi," tambah Eko.

Sebelumnya, data Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), realisasi volume LPG 3 kg pada 2025 mencapai 8,52 juta metrik ton. Angka ini naik dari kuota APBN sebesar 8,17 juta metrik ton. Sementara pada 2024, volume realisasi LPG 3 kg mencapai 8,23 juta metrik ton. Realisasi tersebut sudah melebihi kuota APBN 2024 mencapai 8,03 juta metrik ton.

(rea/hal)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads