Pertamina Wanti-wanti Warga Jangan Panic Buying BBM!

Pertamina Wanti-wanti Warga Jangan Panic Buying BBM!

Retno Ayuningrum - detikFinance
Jumat, 11 Sep 2026 19:30 WIB
Harga sejumlah bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi Pertamina kompak turun mulai Sabtu (1/8/2026). Penyesuaian harga berlaku untuk Pertamax, Pertamax Turbo, dan Pertamax Green 95, sementara harga BBM subsidi Pertalite dan Solar subsidi tetap tidak men
Ilustrasi pembelian BBM di SPBU. Foto: Andhika Prasetia/DetikFoto
Cilacap -

PT Pertamina Patra Niaga mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembelian secara berlebihan atau panic buying terhadap Bahan Bakar Minyak (BBM). Pertamina memastikan ketersediaan stok BBM di terminal dan SPBU saat ini dalam kondisi aman.

Direktur Pemasaran Ritel Pertamina Patra Niaga, Eko Ricky Susanto, menyampaikan fenomena panic buying justru akan menimbulkan dampak bagi rantai pasok energi. Menurutnya, proses pemulihan atau recovery stock di lapangan membutuhkan rentetan penanganan yang panjang.

"Bayangkan kalau normalnya cuma 100 ya dianggap aja misalnya kita angkat 100 karena ada panic buying itu bisa 110-120, menambah 10-20 itu nggak gampang, mungkin nggak apa-apa cuman nambah 10-20 aja tapi rentetannya panjang sekali," ujar Eko dalam acara Pertamax Journey di Cilacap, Jawa Tengah, Jumat (11/9/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia menjelaskan, lonjakan permintaan akibat panic buying tidak bisa langsung diatasi dalam waktu singkat. Proses pemulihan stok memerlukan waktu minimal satu minggu jika kondisi stok aman, atau setidaknya 3 hingga 4 hari pada kondisi normal.

ADVERTISEMENT

Rantai pasok yang harus disiapkan saat terjadi lonjakan sangat panjang, mulai dari peningkatan produksi di kilang, opsi impor jika pasokan kurang, penyiagaan armada kapal tambahan oleh tim distribusi untuk mengirim ke berbagai terminal, hingga penambahan armada mobil tangki di berbagai daerah.

"Misalkan sudah disediakan 50 mobil tangki gara-gara ada lonjakan panic buying dan lain-lain itu bisa butuh tambah 10 (mobil), nyari 10 (mobil) dalam waktu segera nggak gampang. Jadi, kalau recovery-nya ini yang kita hindari, karena recovery itu butuh waktu paling tidak seminggu," beber Eko.

(rea/hal)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads