Pertalite Tidak Naik hingga Akhir Tahun, Pertamax Bagaimana?

Pertalite Tidak Naik hingga Akhir Tahun, Pertamax Bagaimana?

Andi Hidayat - detikFinance
Minggu, 13 Sep 2026 05:55 WIB
Sejumlah kendaraan antre mengisi bahan bakar minyak (BBM) di SPBU Tol Sidoarjo 54.612.48, Sidoarjo, Jawa Timur, Senin (11/4/2022). Pemerintah menetapkan Pertalite sebagai jenis BBM khusus penugasan yang dijual dengan harga Rp7.650 per liter dan Bioso
Ilustrasi.Foto: ANTARA FOTO/Zabur Karuru
Jakarta -

PT Pertamina Patra Niaga memastikan harga BBM bersubsidi tidak naik hingga akhir 2026. Kebijakan ini tetap berlaku meski harga minyak dunia dan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS terus bergerak.

Langkah tersebut diambil untuk menjaga stabilitas harga energi sekaligus melindungi daya beli masyarakat di tengah gejolak harga energi global.

"Pertamina Patra Niaga mengikuti kebijakan Pemerintah dalam penetapan harga BBM. Meskipun terdapat fluktuasi pada sejumlah parameter pembentuk harga, seperti harga minyak dunia dan nilai tukar, untuk BBM subsidi sesuai arahan Pemerintah tidak ada kenaikan harga hingga akhir 2026," ujar VP Communication Pertamina Patra Niaga, Kitty Andhora, dalam keterangan tertulis, Sabtu (12/9/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Harga BBM Subsidi saat ini, Pertalite Rp 10.000/liter dan Biosolar (solar subsidi) Rp 6.800/liter.

Sementara untuk Jenis BBM Umum (JBU) atau dikenal juga dengan BBM nonsubsidi, contohnya Pertamax, harganya mengikuti formula yang telah ditetapkan.

ADVERTISEMENT

"Sementara untuk JBU, harga mengikuti formula yang telah ditetapkan Pemerintah," terang Kitty.

Sebagai informasi, harga beberapa produk BBM nonsubsidi Pertamina naik sejak awal September. Berikut rinciannya:

Pada 1 September:

-Pertamax Turbo (RON 98): dari Rp 18.300, naik menjadi Rp 19.600 per liter

-Dexlite (CN 51): dari Rp 19.700, naik menjadi Rp 23.700 per liter

-Pertamina Dex (CN 53): dari Rp 21.150, naik menjadi Rp 25.200 per liter

Pada 2 September: Harga Pertamax Green 95 (RON 95) naik dari Rp 16.600 menjadi Rp 19.150 per liter.

Sementara itu, Pertamax (RON 92) masih dibanderol dengan harga Rp 15.950/liter, turun dari Rp 16.250/liter.

Sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia mengatakan kebijakan BBM nonsubsidi dipengaruhi pergerakan harga minyak dunia alias harga pasar.

Artinya, apabila harga minyak dunia turun maka harga BBM nonsubsidi ikut terkoreksi. Sebaliknya, jika harga minyak dunia kembali naik, harga BBM nonsubsidi juga mengalami penyesuaian.

"Ya kan saya dari awal katakan bahwa menyangkut dengan BBM yang non subsidi itu harganya itu kan memang akan mengikuti harga pasar dunia, ICP. Jadi kalau harga dunianya turun, dengan sendirinya akan terkoreksi. Tapi kalau naik, pasti juga akan naik," jelas Bahlil di Jakarta beberapa waktu lalu.

(hns/hns)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads