Punya 370 Kapal, Pertamina Trans Kontinental Siapkan Armada Baru

Punya 370 Kapal, Pertamina Trans Kontinental Siapkan Armada Baru

Fadhly Fauzi Rachman - detikFinance
Minggu, 13 Sep 2026 12:45 WIB
Pertamina Trans Kontinental
Foto: Dok. PTK
Jakarta -

PT Pertamina Trans Kontinental (PTK) berencana menambah kapal baru untuk memperbarui dan memodernisasi armadanya. Saat ini, perusahaan memiliki 370 kapal dan menyewa sekitar 82 kapal lainnya.

Direktur Utama PTK Harris Abdi Sembiring Meliala mengatakan penambahan kapal dilakukan sebagai bagian dari peremajaan dan modernisasi armada yang sudah ada.

Harris mengatakan langkah tersebut ditujukan untuk meningkatkan kemampuan operasional PTK sekaligus mendukung layanan kepada pelanggan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ke depan, kami akan perkuat modernisasi, digitalisasi serta green supporting vessel. Ini adalah masa depan PTK," ujar Harris pada sambutannya saat Syukuran HUT ke-57 PTK di Kantor PTK Jakarta, Rabu 9 September 2026.

PTK merupakan anak usaha PT Pertamina (Persero) yang bergerak di bidang jasa maritim. Perusahaan didirikan pada 1969 dengan nama PT Pertamina Tongkang sebagai penyedia jasa kapal pandu tunda. Nama perusahaan berubah menjadi PT Pertamina Trans Kontinental pada 2011.

ADVERTISEMENT

Saat ini, bisnis PTK mencakup penyediaan dan operasional kapal penunjang, pengelolaan pelabuhan, layanan maritim, serta pangkalan logistik pesisir di sejumlah wilayah Indonesia.

Selain menambah dan memperbarui armada, PTK juga mengembangkan penggunaan teknologi pada operasional kapal. Harris mengatakan digitalisasi telah diterapkan di berbagai fungsi kerja perusahaan.

"PTK menjaga kualitas layanan dengan peremajaan serta modernisasi aset-asetnya. Kemudian digitalisasi operasi, di mana saat ini PTK sudah memiliki 21 digitalisasi di seluruh fungsi kerja. Ke depan, aplikasi ini akan meningkat menjadi Artificial Intelligence (AI) sehinga dapat membantu manajemen dalam mengambil keputusan," jelas Harris.

PTK juga mulai mengembangkan kapal dengan teknologi yang lebih rendah emisi. Salah satunya melalui Transko Rajawali, kapal tunda berbahan bakar ganda yang mulai digunakan sejak 2019.

Kapal tersebut menggunakan bahan bakar solar dan LNG. Penggunaan bahan bakar ganda menjadi salah satu langkah PTK dalam mengurangi emisi dari operasional kapal.

Pada Juni 2026, PTK juga memasang Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) pada kapal *Oil Barge* (OB) Patra 2303. Menurut perusahaan, penggunaan PLTS tersebut dapat mengurangi emisi hingga 79,2 ton CO2 per tahun sekaligus mengurangi konsumsi diesel.

PTK juga menyiapkan uji coba Battery Management System (BMS) pada kapal mulai 2027 sebagai bagian dari pengembangan teknologi pendukung *green shipping*.

Harris mengatakan modernisasi armada dan digitalisasi akan terus dikembangkan seiring kebutuhan bisnis PTK.

Harris berharap, rencana tersebut didukung oleh seluruh pihak termasuk Pemegang Saham, Manajemen, Perwira Pekerja PTK, serta stakeholder untuk mendukung upaya tersebut. Tidak hanya untuk memajukan PTK untuk terus berkembang, maju dan unggul, namun mendorong industri maritime Indonesia yang ber

(fdl/fdl)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads