Soal BBM Subsidi, Bahlil: Berapapun Harganya di Dunia Tidak Akan Kita Naikkan!

Soal BBM Subsidi, Bahlil: Berapapun Harganya di Dunia Tidak Akan Kita Naikkan!

Heri Purnomo - detikFinance
Senin, 14 Sep 2026 16:58 WIB
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia
Foto: Heri Purnomo
Jakarta -

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memastikan pemerintah tidak akan menaikkan harga BBM subsidi hingga akhir tahun 2026, meskipun harga minyak dunia meningkat tajam.

Bahlil menyampaikan langkah untuk menahan harga BBM subsidi dilakukan untuk menjaga daya beli masyarakat.

"Sampai dengan sekarang, alhamdulillah sudah komitmen harga subsidi sampai 31 Desember berapapun harganya di dunia, tidak akan kita naikan. Karena itu kita lakukan," ujar Bahlil dalam acara Innovation Technology for Social and Environmental Awards (InTechSea) 2026, Jakarta, Senin (14/9/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bahlil mengungkapkan harga minyak dunia saat ini telah mencapai sekitar US$ 106 per barel. Sementara itu, rata-rata harga minyak dunia sejak Januari hingga September 2026 berada di kisaran US$ 85-90 per barel.

Ia mengatakan bahwa angka tersebut jauh di atas asumsi harga minyak dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 yang berada di level US$ 70 per barel.

ADVERTISEMENT

"Di target APBN kita itu US$ 70 per barel. Jadi bayangkan berapa subsidi kita, Bapak, Ibu semua? Putar otak lagi. Saya katakan kepada Presiden, Pak ini urusan energi ini urusan hajat hidup orang banyak. Kita harus mampu membuat rumusan kebijakan yang sekalipun kondisi global itu terjadi yang luar biasa, tapi kepastian terhadap harga harus kita jaga," katanya.

Bahlil menyampaikan langkah yang dilakukan pemerintah dalam mengamankan pasokan BBM adalah dengan membeli minyak dari berbagai negara, termasuk Rusia. Namun langkah membeli minyak dari Rusia tersebut mendapatkan pertanyaan dari sejumlah pihak soal hubungan diplomatik.

Bahlil menegaskan Indonesia merupakan negara merdeka yang menjalankan politik luar negeri bebas aktif. Intinya kata Bahlil, Indonesia akan mencari sumber minyak dari berbagai negara asalkan barangnya ada dan harganya murah.

"Urusan mau dari laut sana, laut sini, langit sana, tidak penting. Yang penting ada barang, harga murah," katanya.

Bahlil juga memastikan cadangan BBM nasional masih berada di atas standar minimum nasional, yakni sekitar 20 hari.

"Saya kan selalu mengumumkan bahwa stok BBM kita itu selalu di atas standar minimum nasional 20 hari. Karena standar minimum nasional kita seperti itu," katanya.

(hrp/fdl)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads