Bahlil Mau Atur Agar Pembeli Pertamax Tak Pindah ke Pertalite

Bahlil Mau Atur Agar Pembeli Pertamax Tak Pindah ke Pertalite

Heri Purnomo - detikFinance
Rabu, 16 Sep 2026 16:12 WIB
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia / Foto: Heri Purnomo
Jakarta -

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan sedang membuat aturan untuk mencegah pengguna BBM non-subsidi beralih menggunakan BBM subsidi, alias dari Pertamax ke Pertalite.

Bahlil mengatakan peralihan pengguna dari BBM non-subsidi ke BBM subsidi menjadi salah satu penyebab terjadinya antrean di sejumlah SPBU secara nasional, termasuk antrean yang ada di Makassar. Ia meminta agar masyarakat mampu tidak mengkonsumsi BBM subsidi.

"Ya memang kita lagi ada memformulasikan aturannya. Makanya dalam berbagai kesempatan kan saya menganjurkan agar saudara-saudara saya yang mampu, yang mobilnya bagus, tolonglah kita jangan sampai memakai BBM subsidi," ujar Bahlil saat ditemui di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (16/9/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selain adanya peralihan konsumsi, Bahlil bilang ada faktor lain yang membuat antrean pembelian BBM subsidi di SPBU yang ada di Sulawesi. Dalam kesempatan ini Bahlil tidak menjelaskan detail. Ia hanya menyampaikan ada pihak-pihak yang sengaja antre dengan maksud tertentu.

"Kemudian yang terjadi di Sulawesi Selatan kemarin itu menjadi antrian panjang karena banyak faktor. Salah satu di antaranya adalah ada memang pihak-pihak, kan teman-teman media kan udah punya data. Ngantri di pompa bensin hanya untuk, ya ada maksud lain lah kira-kira begitu," katanya.

ADVERTISEMENT

Ia pun memastikan bahwa saat ini tidak ada kelangkaan BBM. Bahlil menyampaikan stok BBM nasional dalam kondisi aman. Di mana BBM nasional berada di atas batas minimal yang ada.

"BBM itu kan secara cadangan stok nasional kita kan dalam batas minimal nasional, 18-20 hari," terangnya.

Sementara itu, Ditjen Minyak dan Gas Bumi Laode Sulaeman menyampaikan saat ini pihaknya bersama dengan aparat penegak hukum dan Pertamina tengah menggali adanya dugaan penimbunan BBM yang ada di Makassar. Karena hal ini kata Laode antrean BBM terjadi.

Laode menjelaskan penimbunan BBM ini dilakukan dengan modus memperbesar tangki kendaraan.

"Ya dia ngisi tapi tangkinya diperbesar, contohnya kayak gitu. Tangkinya ditambah yang harusnya kapasitasnya X, ditambah X plus 50%, X plus 75%. Contohnya gitu," katanya.

Simak juga Video Harga Pertamax Turun, Bahlil: Mengikuti Harga Dunia

(hrp/fdl)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads