Proyek Rp 2,8 T di Bogor Dimulai, Sampah 500 Ribu Ton Bakal Jadi Listrik

Proyek Rp 2,8 T di Bogor Dimulai, Sampah 500 Ribu Ton Bakal Jadi Listrik

Heri Purnomo - detikFinance
Kamis, 17 Sep 2026 10:22 WIB
Pemulung memilah sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatibarang, Semarang, Jawa Tengah, Jumat (12/9/2025). Pemerintah mendorong pengembangan pembangkit listrik tenaga sampah (PLTSa) melalui revisi Perpres nomor 35 tahun 2018 tentang Percepatan Pe
Foto: ANTARA FOTO/Aprillio Akbar
Jakarta -

Pembangunan proyek Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) Bogor Raya 1 di Galuga, dengan nilai investasi senilai Rp 2,8 triliun resmi dimulai. Proyek ini ditargetkan mampu mengelola lebih dari 500.000 ton sampah per tahun atau sekitar 45% timbulan sampah terkelola di Kota dan Kabupaten Bogor.

Chief Investment Officer (CIO) BPI Danantara, Pandu Sjahrir menyampaikan PSEL Bogor Raya 1 ini dirancang untuk memberikan dampak nyata terhadap pengolahan sampah, energi hijau, dan memberdayakan ekonomi lokal dengan mengacu pada standar lingkungan hidup Industrial Emissions Directive atau disebut IED.

"Proyek ini ditargetkan mampu mengelola lebih dari 500.000 ton sampah per tahun atau sekitar 45% timbulan sampah terkelola di Kota dan Kabupaten Bogor," ujar Pandu dalam acara peresmian pembangunan PSEL Bogor Raya 1, Kamis (17/9/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pandu menyampaikan bahwa fasilitas ini diproyeksikan dapat mereduksi emisi sampah dari Tempat Pembuangan Akhir (TPA) hingga 80% dan mengurangi emisi karbon sebesar 645.000 ton setara CO2 per tahun. Kemudian diperkirakan akan menciptakan 1.200 lapangan pekerjaan.

"Dari sisi energi, inisiatif ini akan menghasilkan energi hijau yang dapat menyuplai lebih dari 100.000 rumah masyarakat Bogor Raya," ujarnya.

ADVERTISEMENT

Di tempat yang sama, Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Mohammad Jumhur Hidayat berharap fasilitas pengolahan sampah jadi listrik ini dapat selesai dalam dua tahun ke depan. Sehingga sampah yang ada di wilayah Bogor dapat segera bisa diatasi.

Meski begitu, ia mengingatkan persoalan sampah tetap harus ditangani selama pembangunan fasilitas berlangsung. Jumhur mengatakan sampah, terutama sampah organik, akan terus dihasilkan masyarakat setiap hari.

"Kita berharap maksimum dua tahun ke depan ini selesai. Namun persoalannya adalah juga dari sekarang sampai dua tahun sampah jalan terus. Dan yang khususnya organik, organik yang menimbulkan bau dan sebagainya, itu juga akan jalan terus," katanya.

Simak juga Video 'Wamen LH: Pemda Sediakan Lahan-3% APBD Buat Proyek Sampah Jadi Energi:

(hrp/fdl)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads