Harga Minyak Tembus US$ 104/Barel Usai Houthi Serang Arab Saudi

Harga Minyak Tembus US$ 104/Barel Usai Houthi Serang Arab Saudi

Ilyas Fadilah - detikFinance
Senin, 21 Sep 2026 07:45 WIB
FILE PHOTO: A pump jack operates near a gas turbine power plant in the Permian Basin oil field outside of Odessa, Texas, U.S. February 18, 2025.  REUTERS/Eli Hartman/File Photo
Ilustrasi/Foto: REUTERS/Eli Hartman
Jakarta -

Harga minyak dunia naik pada perdagangan Senin setelah kelompok Houthi Yaman yang didukung Iran melancarkan serangan rudal dan drone ke Riyadh, Arab Saudi, pada Sabtu. Serangan tersebut meningkatkan ketegangan di Timur Tengah di tengah kebuntuan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.

Dikutip dari Reuters, Senin (21/9/2026), harga minyak mentah Brent naik 81 sen atau 0,78% menjadi US$ 104,68 per barel pada pukul 22.02 GMT. Sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS berada di level US$ 101,06 per barel, naik 76 sen atau 0,76%.

Pemerintah Arab Saudi mengonfirmasi kelompok Houthi mencoba menyerang ibu kota Riyadh menggunakan rudal balistik. Serangan tersebut menjadi upaya pertama Houthi menargetkan Riyadh sejak eskalasi perang Iran.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Arab Saudi mengatakan rudal tersebut berhasil dicegat. Sejumlah warga Riyadh sempat mendengar ledakan dan melihat kepulan asap di sekitar bandara, namun tidak ada laporan korban jiwa maupun kerusakan.

ADVERTISEMENT

Houthi juga disebut mencoba menyerang infrastruktur sipil di kota pelabuhan Laut Merah Yanbu, lokasi berakhirnya salah satu jaringan pipa utama Arab Saudi. Serangan lainnya menyasar Taif, Baysh, dan Farasan, seluruhnya berhasil digagalkan.

Sebelumnya, Houthi mengklaim telah menargetkan sejumlah lokasi sensitif di Riyadh serta fasilitas raksasa minyak Saudi Aramco di Yanbu hingga menyebabkan kebakaran besar. Namun, kelompok tersebut tidak memberikan bukti atas klaimnya, sementara Aramco belum memberikan tanggapan.

(ily/ara)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads