Pemerintah akan membuka lahan tebu, jagung dan, singkong untuk bahan baku etanol. Lahan dibuka rencana antara 1 juta hingga 2 juta hektare (ha).
Target awal, pemerintah ingin memproduksi bahan bakar ramah lingkungan, etanol 20% dan 80% bensin. Program ini ditargetkan terwujud 2029.
"Sekarang etanol kita kejar. Etanol ini butuh lahan 1 juta sampai 2 juta hektar, dengan tiga komoditas strategis. Insyaallah kita akan bangun pabriknya, kita gerakan masif seluruh Indonesia. Ini lahan baru," kata Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman di kediamannya, Jakarta Selatan, Senin (21/9/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk pabrik etanol, Amran mengatakan pemerintah akan menggandeng BUMN dan swasta untuk berinvestasi. Proyek ini akan terus dikejar untuk mengejar visi Indonesia mandiri energi.
Selain E20, pemerintah juga menargetkan dapat memproduksi E40 hingga E50. Jika tercapai, Amran menyebut, Indonesia dapat setop mengimpor BBM dan menghemat devisa mencapai US$ 30 miliar atau setara Rp 500 triliun.
"Nilai kita bisa hemat kalau seluruhnya bisa selesai E50, E50 dengan B50 itu US$ 30 miliar. Artinya kurang lebih Rp 500 triliun per tahun, per tahun kita hemat devisa kita. Kalau ini berhasil, minimal 8 juta lapangan kerja tetap akan kita ciptakan," jelas Amran.
(ada/hns)









































