Terungkap Alasan Bensin di RI Bakal Dicampur Etanol 50%

Terungkap Alasan Bensin di RI Bakal Dicampur Etanol 50%

Heri Purnomo - detikFinance
Senin, 21 Sep 2026 22:04 WIB
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (4/8/2026).
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia. Foto: (Dok Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden)
Jakarta -

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyampaikan pemerintah menyiapkan pengembangan bensin dengan campuran etanol hingga 50% atau E50.

Bahlil mengatakan, rencana tersebut muncul dalam pembahasan Dewan Energi Nasional (DEN) untuk mencari sumber energi alternatif agar Indonesia tidak tergantung impor bahan bakar minyak (BBM).

Di sisi lain, program E50 ini sebagai lanjutan dari Biodiesel 50% atau B50 yang diklaim telah menekan impor solar.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Nah, berangkat dari keberhasilan itu dan kita pertama kali di dunia. Lalu kemudian dalam rapat DEN itu mencari alternatif, mencari alternatif apakah bisa kita kembangkan untuk menjadi E50. Kenapa? Karena di Brasil sudah E100. Di Amerika sebagian negara bagian sudah E100," ujar Bahlil di Balai Sudirman, Jakarta, Senin (21/9/2026).

Bahkan, Bahlil bilang, Indonesia akan bisa terbebas dari impor produk bensin jadi, jika bensin campur etanol 50% bisa direalisasikan. Selain itu, menurut Bahlil, program bensin campur etanol berpotensi membuka lapangan kerja dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

ADVERTISEMENT

"Nah, kalau ini mampu kita lakukan ke E50, Insyaallah, Insyaallah target kita, kita tidak lagi melakukan impor bensin yang jadi, produk jadi. Nah, kalau ini mampu kita lakukan, itu pasti ketahanan energi kita tidak lagi kita menggantungkan ke luar secara besar. Itu kira-kira pikirannya," terang Bahlil.

Soal kapan Indonesia bisa terbebas dari impor bensin jadi dengan program E50, Bahlil belum dapat memastikan waktunya. Saat ini Bahlil bilang, pemerintah tengah menyusun roadmap penerapan pencampuran etanol untuk bensin.

"Nah, kapan ini dilakukan? Ini kan ada roadmap-nya. Kan baru diputuskan dalam DEN kemarin. Nah, tugas kami sekarang akan merancang dengan Dirjen Migas untuk merancang roadmap-nya gimana," kata Bahlil.

Dia memberikan tentang gambaran program BBM campur etanol. Ia mengatakan, pemerintah menargetkan E10 mulai diterapkan pada 2027, kemudian meningkat menjadi E20 pada 2028 dan berlanjut hingga E50.

Meski begitu, Bahlil menyoroti bahwa implementasi program campuran bensin dengan etanol ini harus menyesuaikan dengan industri bioetanol di dalam negeri. Ia tidak ingin kalau program ini justru membuat Indonesia bergantung pada impor etanol.

"Tetapi kita harus menyesuaikan dengan industri kita. Kita tidak mau menerapkan E10, E20, atau E50, tapi etanolnya diimpor dari luar, sama saja bohong. Jadi kita ingin untuk memanfaatkan produksi kita dalam negeri," katanya.

(hrp/hns)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads