60,6 Juta Ton Biomassa Belum Terpakai, Bisa Jadi 'Harta Karun' Energi RI

60,6 Juta Ton Biomassa Belum Terpakai, Bisa Jadi 'Harta Karun' Energi RI

Heri Purnomo - detikFinance
Jumat, 25 Sep 2026 10:40 WIB
PT PLN (Persero) melalui subholding Energi Primer Indonesia (PLN EPI) menggandeng perusahaan energi Uni Emirat Arab (UEA), Mubadala Energy untuk kerja sama utilisasi dan pengembangan infrastruktur gas bumi dari Blok Andaman Selatan yang terletak di l
Foto: PLN
Jakarta -

PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) membidik bisnis baru dari pengembangan bioenergi sebagai salah satu solusi untuk mendukung transisi energi. Saat ini, ada sekitar 60,6 juta ton biomassa di Indonesia yang belum termanfaatkan.

VP Strategi & Pengembangan Bisnis Biomassa PLN EPI, Anita Puspita Sari, mengatakan potensi tersebut berasal dari berbagai jenis limbah pertanian, perkebunan, kehutanan, industri, hingga sampah perkotaan. Nantinya, potensi bioenergi tersebut akan dimanfaatkan untuk menjadi berbagai produk energi, mulai dari biomassa, biochar, syngas, biohidrogen, compressed biogas (CBG), biofuel, hingga bioethanol.

"PLN EPI sedang mengembangkan bioenergi sebagai jalur strategis untuk mengubah potensi feedstock domestik Indonesia yang melimpah menjadi solusi energi berkelanjutan," kata Anita dalam keterangan tertulis, Jumat (25/9/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Anita, pengembangan bioenergi tidak berhenti pada pemanfaatan biomassa sebagai bahan bakar pembangkit. Berbagai jenis feedstock dapat diolah menjadi produk energi dan produk bernilai tambah melalui proses dan teknologi yang berbeda.

Biomassa dengan tingkat pengolahan rendah hingga tinggi dapat dimanfaatkan untuk mendukung program co-firing PLTU, memenuhi kebutuhan industri, maupun menyasar pasar ekspor.

ADVERTISEMENT

Pada pengolahan lebih lanjut, biochar dapat dihasilkan antara lain melalui proses torrefaction dan pyrolysis. Sementara syngas dikembangkan melalui gasifikasi biomassa dan berpotensi mendukung program dedieselisasi pada pembangkit berbahan bakar minyak.

PLN EPI juga melihat peluang pengembangan biohidrogen untuk memenuhi kebutuhan industri, termasuk industri pupuk, serta membuka peluang sebagai bahan bakar berkelanjutan untuk pasar ekspor. Sementara CBG dipetakan sebagai salah satu alternatif untuk cofiring dengan natural gas pada pembangkit gas.

"Pengembangan biofuel dan bioethanol juga membuka ruang kolaborasi dengan perusahaan lain," katanya.

Di sektor ketenagalistrikan, pemanfaatan biomassa melalui cofiring menjadi salah satu implementasi bioenergi yang telah dikembangkan PLN. Program tersebut diarahkan pada 52 PLTU dengan total kapasitas 18,9 gigawatt (GW). Pemanfaatan _cofiring_ memungkinkan biomassa digunakan dengan memanfaatkan infrastruktur pembangkit yang telah tersedia.

"Ke depan, ekosistem bioenergi PLN EPI tidak hanya diarahkan untuk memenuhi kebutuhan pembangkit PLN, tetapi juga berpotensi melayani industri domestik, independent power producer (IPP), hingga pasar ekspor. Pengembangan tersebut menjadi bagian dari upaya PLN EPI membangun portofolio bisnis rendah karbon di tengah transformasi sektor energi," terangnya.

(hrp/fdl)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads