Saka Energi Mulai Bor Sumur Ekplorasi di Kaltim, Incar Potensi 109 BCF Gas

Saka Energi Mulai Bor Sumur Ekplorasi di Kaltim, Incar Potensi 109 BCF Gas

Heri Purnomo - detikFinance
Jumat, 25 Sep 2026 14:43 WIB
PGN SAKA
Foto: Dok. Istimewa
Jakarta -

PT Saka Energi Indonesia melakukan kegiatan pengeboran sumur eksplorasi Saka Manpatu-1 (SM-1) di Wilayah Kerja (WK) Pekawai, Kalimantan Timur (Kaltim) yang ditajak pada 22 September 2026. Struktur SM-1 diperkirakan memiliki volume hidrokarbon in-place (P50) sebesar 109 BCF gas dan 22 MMBOE minyak/kondensat.

Direktur Eksplorasi dan Pengembangan SAKA, Fuji Koesumadewi, mengungkapkan, pengeboran SM-1 menjadi salah satu langkah strategis dalam menguji potensi hidrokarbon sekaligus membuka peluang ditemukannya sumber daya migas baru di wilayah operasi SAKA.

"WK Pekawai memiliki potensi eksplorasi yang menarik dan menjadi salah satu area yang terus kami eksplor. Pengeboran Saka Manpatu-1 merupakan langkah penting untuk menguji potensi hidrokarbon yang telah diidentifikasi melalui berbagai kegiatan studi geologi dan geofisika," kata Fuji dalam keterangan tertulis, Jumat (25/9/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pengeboran SM-1 turut didukung penerapan teknologi Casing While Drilling (CWD), yang sebelumnya telah diterapkan pada pengeboran sumur SID-5 di WK Pangkah dan berhasil.

Teknologi tersebut memungkinkan pengeboran dan pemasangan casing dilakukan dalam satu kali proses berjalan, sehingga mendukung efektivitas dan efisiensi operasi sekaligus aspek keselamatan dalam menghadapi karakteristik bawah permukaan.

Berbagai persiapan teknis dan operasional telah dilakukan, mulai dari kesiapan rig, instalasi dan integrasi peralatan, pengujian sistem, hingga kesiapan personel dan aspek Health, Safety, Security & Environment (HSSE).

ADVERTISEMENT

Sumur SM-1 ditargetkan mencapai kedalaman akhir sekitar 12.400 ftMD, dengan rencana well-testing pada dua zona target.

Pengeboran sumur eksplorasi SM-1 ini diharapkan dapat memberikan informasi lebih lanjut mengenai keberadaan dan karakteristik hidrokarbon serta mengonfirmasi potensi sumber daya migas di WK Pekawai.

Potensi WK Pekawai juga didukung oleh karakteristik geologi yang berkesinambungan dengan Lapangan Manpatu yang dikelola oleh PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) dan telah memiliki Plan of Development (POD).

Sekitar 10-24% struktur Lapangan Manpatu berada di dalam wilayah WK Pekawai, sehingga kesinambungan struktur geologi dan keberadaan hidrokarbon yang telah teridentifikasi di Lapangan Manpatu menjadi salah satu aspek yang mendukung prospek eksplorasi di WK Pekawai.

"Kami akan terus menjalankan kegiatan eksplorasi secara terukur dengan mengedepankan aspek keselamatan dan keandalan operasional," ujarnya.

(hrp/fdl)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads