Ekspor Minyak Arab Saudi Tembus 6 Juta Barel/Hari Meski Diserang Houthi

Ekspor Minyak Arab Saudi Tembus 6 Juta Barel/Hari Meski Diserang Houthi

Ilyas Fadilah - detikFinance
Sabtu, 26 Sep 2026 15:38 WIB
Sempat Anjlok, Kini Harga Minyak Mentah Dunia Menguat Berkat AS-Rusia
Ilustrasi.Foto: DW (News)
Jakarta -

Ekspor minyak mentah Arab Saudi melonjak tajam pada September 2026 di tengah meningkatnya konflik dengan kelompok Houthi. Berdasarkan data Kpler, ekspor minyak Saudi mencapai 6 juta barel per hari (bpd) bulan ini.

Dikutip dari CNBC, Sabtu (26/9/2026), angka tersebut menjadi yang tertinggi sejak perang Iran pecah sekitar tujuh bulan lalu. Ekspor sebesar 6 juta barel per hari menyamai rata-rata ekspor minyak Saudi pada 2025.

Dibandingkan bulan sebelumnya, ekspor minyak mentah Saudi melonjak hampir 80%. Pada Agustus 2026, ekspor minyak negara tersebut hanya sekitar 3,4 juta bpd.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Lonjakan ekspor terjadi meski Saudi menutup jalur pipa minyak East-West pada bulan ini. Infrastruktur penting tersebut mengalami kerusakan akibat serangan drone yang diluncurkan dari Irak.

Pipa East-West memiliki peran penting selama perang Iran karena memungkinkan Saudi menghindari Selat Hormuz. Minyak dari kawasan produksi di bagian timur Saudi dapat dialirkan menuju terminal Yanbu di Laut Merah tanpa harus melewati selat tersebut.

ADVERTISEMENT

Penutupan jalur pipa sempat membuat harga minyak mentah Brent melonjak mendekati US$ 110 per barel. Namun, harga kemudian berangsur turun seiring meningkatnya keyakinan pelaku pasar bahwa gangguan tersebut tidak separah perkiraan awal.

Saudi kini kembali mengalihkan ekspor minyak melalui Selat Hormuz setelah militer Amerika Serikat (AS) membuka jalur pelayaran di sepanjang pesisir Oman. Negara-negara Teluk lainnya juga telah menggunakan jalur tersebut selama beberapa bulan, meskipun serangan terhadap kapal tanker masih terjadi.

"Peningkatan dari Teluk Timur Tengah merupakan konsekuensi dari gangguan pipa, tetapi kemungkinan juga menandakan kepercayaan yang lebih besar untuk menggunakan Selat Hormuz seiring meningkatnya lalu lintas," kata Direktur Riset Komoditas Kpler Matt Smith.

Data Kpler menunjukkan ekspor minyak melalui Selat Hormuz mencapai rata-rata tujuh hari sebesar 13,2 juta bpd pada Rabu. Sebelum perang Iran mengganggu pelayaran, volumenya berada di kisaran 17 juta bpd.

Sementara itu, pipa East-West dilaporkan mulai kembali beroperasi dengan volume rendah pada awal pekan ini dan secara bertahap meningkatkan alirannya. Namun, pemerintah Arab Saudi belum mengonfirmasi bahwa jalur pipa tersebut telah kembali beroperasi.

(ily/hns)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads