Pasar Batu Bara RI Masih Menjanjikan, Kualitas Jadi Penentu Nilai Kargo

Pasar Batu Bara RI Masih Menjanjikan, Kualitas Jadi Penentu Nilai Kargo

Fadhly Fauzi Rachman - detikFinance
Rabu, 30 Sep 2026 10:40 WIB
Foto udara kapal tongkang pengangkut batu bara melintas di Sungai Musi, Palembang, Sumatera Selatan, Selasa (21/7/2026). Kementerian ESDM  menyatakan devisa ekspor batu bara selama semester I 2026  telah mencapai 14 miliar-15 miliar dollar AS atau me
Foto: ANTARA FOTO/NOVA WAHYUDI
Jakarta -

Kualitas, spesifikasi, dan kuantitas batu bara dapat memengaruhi nilai suatu kargo. Karena itu, pengujian dan pengawasan di sepanjang rantai pasok menjadi bagian penting dalam perdagangan batu bara.

Hal tersebut disampaikan Direktur Utama PT SUCOFINDO (Persero) Sandry Pasambuna dalam agenda Coaltrans Asia 2026. Ia menjadi pembicara dalam sesi *Market Intelligence Briefing: Pricing Signals vs. Physical Market Reality*.

Menurut Sandry, pasar batu bara Indonesia masih memiliki potensi pertumbuhan dan menjadi bagian dari perdagangan energi global. Letak geografis serta beragamnya jenis dan kualitas batu bara menjadi salah satu faktor yang mendukung perdagangan tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Letak geografis Indonesia yang strategis, didukung oleh keberagaman jenis dan kualitas batu bara, menjadi salah satu keunggulan dalam memenuhi kebutuhan pasar internasional. Potensi tersebut perlu diiringi dengan rantai pasok yang andal, transparan dan mampu memenuhi standar yang dipersyaratkan oleh pasar global. Menjawab kebutuhan tersebut, SUCOFINDO sebagai BUMN yang bergerak di bidang *Testing, Inspection, Certification* (TIC) hadir dengan kapabilitas dan layanan terintegrasi untuk mendukung pengelolaan kualitas dan pemenuhan standar batu bara secara komprehensif di sepanjang rantai pasok," jelas Sandry Pasambuna.

Sandry menjelaskan setiap batu bara memiliki kualitas, spesifikasi, kuantitas, dan kondisi yang berbeda. Perbedaan tersebut dapat memengaruhi nilai aktual suatu kargo.

ADVERTISEMENT

"SUCOFINDO memiliki peran strategis sebagai pihak independen yang memiliki kemampuan dalam memberikan layanan *assurance* batu bara secara terintegrasi dari hulu hingga hilir, mulai dari pengujian kualitas, pengambilan sampel, pengawasan proses produksi dan pemuatan, hingga verifikasi di pelabuhan tujuan," jelas Sandry Pasambuna dalam paparan materi *Pricing Signals vs. Physical Market Reality*.

SUCOFINDO menyediakan layanan pengujian dan pengawasan batu bara dari proses produksi hingga pengiriman. Layanan tersebut mencakup pengujian kualitas, pengambilan sampel, pengawasan produksi dan pemuatan, hingga verifikasi di pelabuhan tujuan.

"SUCOFINDO hadir memberikan *assurance* di berbagai titik aktivitas rantai bisnis batu bara melalui kegiatan inspeksi, supervisi, dan pengujian kualitas serta kuantitas secara professional dan akurat, yang dimulai dari hulu hingga ke hilir, dimulai dari proses eksplorasi, penambangan, penumpukan, pengawasan kualitas dan kuantitas, pemuatan hingga sampai pada pembongkaran di pelabuhan tujuan," tutur Sandry Pasambuna.

Dalam operasionalnya, SUCOFINDO memiliki 93 titik layanan dan 68 laboratorium yang tersebar di Indonesia.

Sandry mengatakan layanan tersebut juga dapat menghubungkan kebutuhan regulator dan pelaku usaha dalam perdagangan batu bara.

"Kapabilitas SUCOFINDO dapat menjadi jembatan penghubung di dalam ekosistem bisnis batu bara antara regulator dan pengusaha di dalam memaksimalkan *revenue* baik untuk negara maupun pengusaha."

Selain pengujian komoditas, SUCOFINDO menyediakan layanan terkait infrastruktur pertambangan, termasuk pengujian geoteknik, mekanika tanah, dan batuan.

"Tidak hanya memberikan layanan bagi komoditi, akan tetapi SUCOFINDO juga menghadirkan layanan di bidang infrastruktur pertambangan batu bara melalui layanan pengujian geoteknik, mekanika tanah dan batuan di dalam pembangunan sarana-prasarana pertambangan batu bara," ujar Sandry Pasambuna.

Sandry mengatakan layanan, data, dan keahlian akan terus diintegrasikan untuk mendukung perdagangan batu bara.

"Ke depan, SUCOFINDO terus memperkuat integrasi layanan, data, dan keahlian untuk mendukung ekosistem bisnis/perdagangan batu bara yang semakin terukur, transparan, dapat ditelusuri, dan andal, sekaligus memberikan nilai tambah bagi pelaku usaha Indonesia dalam memenuhi

(fdl/fdl)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads