Bocoran soal Perusahaan Gas Pelat Merah Bakal Digabung

Bocoran soal Perusahaan Gas Pelat Merah Bakal Digabung

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Rabu, 30 Sep 2026 22:14 WIB
PGN
Ilustrasi.Foto: Dok. PGN
Jakarta -

Danantara tengah mengkaji penggabungan perusahaan gas pelat merah sebagai bagian dari transformasi BUMN. Salah satunya melibatkan PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) dan PT Pertamina Gas (Pertagas).

Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia Dony Oskaria mengatakan, hingga kini struktur konsolidasi tersebut belum diputuskan. Danantara masih menghitung manfaat dan biaya dari sejumlah opsi yang tersedia.

"Ini sedang kita kaji. Bagaimana nanti polanya, tetapi yang paling penting adalah perusahaan gas kita nanti akan main di midstream dan downstream. Saya belum bisa sampaikan mana yang akan menjadi ini, ada beberapa pilihan structure yang kita lakukan, mana yang terbaik nantinya. Antara Pertagas, PGN, dan lain sebagainya," ujar Dony di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Rabu (30/9/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Saat ditanya mengenai perusahaan mana yang nantinya akan menjadi induk atau holding, Dony mengatakan keputusan juga belum diambil. Danantara masih memperhitungkan beberapa aspek.

"Belum bisa diputuskan. Tadi saya bilang kan kita tentu lihat cost and benefit-nya. Kita lihat kalau skemanya seperti ini manfaatnya apa, kalau skemanya begini manfaatnya apa, kita pilih yang terbaik nanti," ujarnya.

ADVERTISEMENT

Terlepas dari struktur perusahaan yang nantinya dipilih, Dony mengatakan Danantara ingin mengarahkan perusahaan gas BUMN untuk lebih fokus pada bisnis midstream dan downstream. Salah satu fokusnya adalah memperluas jaringan gas (jargas) hingga ke rumah tangga.

Danantara juga tengah mendorong Pertagas memperkuat pengembangan jargas nasional untuk meningkatkan pemanfaatan gas domestik dan mengurangi ketergantungan terhadap LPG impor.

Menurut Dony, pengembangan jargas akan diuji coba terlebih dahulu di sejumlah kota. Pemerintah berharap penggunaan gas domestik yang lebih besar dapat mengurangi impor LPG sekaligus menekan beban subsidi energi.

"Nanti kita harapkan bahwa perusahaan gas kita itu akan mengalirkan, jadi lebih banyak jargasnya, mengalirkan gas ke rumah-rumah. Kalau ini bisa kita lakukan, kita akan trial di beberapa kota dulu, install ke rumah-rumah dengan model nanti CNG ya. Ini sedang kita coba, feknya adalah kita tidak perlu lagi impor LPG kan," tutur Dony.

(hal/hns)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads