Hormuz Memanas, RI Tak Ikuti Harga Minyak Dunia Mentah-mentah

Hormuz Memanas, RI Tak Ikuti Harga Minyak Dunia Mentah-mentah

Heri Purnomo - detikFinance
Kamis, 01 Okt 2026 12:34 WIB
Menkeu Suahasil
Foto: Heri Purnomo
Jakarta -

Menteri Keuangan Suahasil Nazara bicara soal dampak ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran yang berdampak pada terganggunya jalur perdagangan dunia di Selat Hormuz.

Suahasil mengatakan ketegangan di kawasan tersebut dapat mengganggu pasokan minyak dunia. Sebab, kapal tanker berpotensi mengalami hambatan untuk melintas sehingga pasokan berkurang dan harga minyak dunia pun meningkat.

Ia mengatakan jika harga minyak dunia meningkat, maka harga BBM di dalam negeri juga dipastikan naik.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kalau Amerika terus punya tensi dengan Selat Hormuz, dengan Iran, maka yang juga terjadi adalah harga komoditas dunia meningkat. Kapal tanker nggak bisa lewat, minyak dunia suplainya menurun, harganya meningkat," ujar Suahasil dalam acara Memorial Lecture Edisi Khusus 100 Tahun Frans Seda di Universitas Atma Jaya, Jakarta Selatan, Kamis (1/10/2026).

"Kita masuk ke dalam negeri, kalau harga minyak dunia meningkat, yang pasti adalah seyogyanya harga-harga di dalam negeri, harga komoditas BBM di dalam negeri juga meningkat," sambungnya.

ADVERTISEMENT

Meski begitu, Suahasil menegaskan bahwa pemerintah Indonesia tidak sepenuhnya mengikuti pergerakan harga minyak dunia untuk jenis BBM subsidi. Dengan demikian, pemerintah memilih untuk tidak menaikkan harga BBM subsidi.

Sementara itu, harga BBM nonsubsidi mengikuti harga pasar. Hal ini karena komoditas tersebut lebih banyak digunakan oleh masyarakat yang memiliki penghasilan lebih tinggi.

"Namun, pemerintah Indonesia punya cara yang berbeda. Kita mengatakan bahwa kita kelola kebutuhan energi dalam negeri. Kita bukan hanya sekadar setiap hari mengikuti harga internasional, tapi kita menjaga beberapa jenis energi dengan harga yang tepat. Beberapa jenis energi yang lain, silakan," terangnya.

"Terutama jenis-jenis energi yang dikonsumsi oleh kelompok masyarakat yang lebih memiliki penghasilan lebih tinggi," tambahnya.

Suahasil mengatakan pemerintah tidak dapat menghindari gejolak global yang terjadi saat ini. Namun, pemerintah harus menyiapkan APBN yang sehat untuk menghadapi dampaknya terhadap perekonomian dalam negeri.

"Saya ingin menyampaikan sekali lagi, APBN adalah alat untuk menjaga masyarakat. APBN adalah alat menumbuhkan ekonomi. APBN adalah alat melindungi. Namun, APBN harus kredibel," tuturnya.

Tonton juga video "Wujud Drone Kapal Selam AS yang Disita Iran di Selat Hormuz"

(hrp/fdl)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads