RI Dihantam 4 Guncangan Ekonomi Sekaligus, Lapangan Kerja Salah Satunya

RI Dihantam 4 Guncangan Ekonomi Sekaligus, Lapangan Kerja Salah Satunya

Heri Purnomo - detikFinance
Kamis, 01 Okt 2026 15:46 WIB
Pencari kerja mencari informasi di stan perusahaan yang menyediakan lowongan pekerjaan pada pameran bursa kerja di GOR KONI Kota Bandung, Jawa Barat, Kamis (18/6/2026). Pemerintah Kota Bandung melalui Dinas Ketenagakerjaan menggelar pameran bursa ker
Foto: ANTARA FOTO/RAISAN AL FARISI
Jakarta -

Wakil Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Mari Elka Pangestu bicara soal banyaknya tantangan ekonomi yang dihadapi Indonesia saat ini. Ia menyebutnya ada empat guncangan atau krisis secara bersamaan.

Meskipun guncangan yang terjadi saat ini levelnya berbeda dengan kondisi pada tahun 1965-1996 yang membutuhkan perubahan mendasar dari segi tatanan perekonomian Indonesia. Mari Elka menilai hal ini perlu menjadi perhatian pemerintah.

"Kita menghadapi bukan hanya satu guncangan atau satu krisis, atau satu disrupsi. Kita menghadapi empat krisis atau guncangan pada saat yang bersamaan. Satu saja sudah akan membuat kita harus berpikir dalam bagaimana kita harus melakukan respons. Tapi kalau empat pada saat yang bersamaan, apa lagi," ujar Mari Elka dalam acara Memorial Lecture Edisi Khusus 100 Tahun Frans Seda di Universitas Atma Jaya, Jakarta Selatan, Kamis (1/10/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mari Elka mengatakan guncangan pertama berasal dari kondisi eksternal berupa ketidakpastian ekonomi global. Mulai dari kebijakan tarif Amerika Serikat (AS) serta ketegangan perdagangan antara AS dan China.

Kedua yakni konflik di Selat Hormuz yang berdampak terhadap bergejolaknya harga minyak dunia.

ADVERTISEMENT

"Dan kelihatannya ini akan berkepanjangan. Harga minyak tinggi akan berkepanjangan dengan segala dampaknya termasuk ke fiskal kita," ujar Wakil Luhut Binsar Pandjaitan di DEN tersebut.

Tantangan ketiga yakni adanya tantangan yang terjadi di dalam negeri. Di antaranya bagaimana meningkatkan daya saing ekonomi serta mengatasi ketimpangan antarwilayah.

Tantangan berikutnya yakni bonus demografi. Mari mengatakan sekitar setengah penduduk Indonesia berada pada usia produktif atau usia muda, sehingga menjadi potensi besar bagi pertumbuhan ekonomi. Namun, kata Maria Elka, potensi tersebut dapat berubah menjadi persoalan apabila tidak diimbangi dengan penciptaan lapangan kerja yang memadai.

"Jadi penciptaan lapangan pekerjaan dengan pendapatan yang layak itu menjadi salah satu tantangan kita, termasuk itu juga menyebabkan berkurangnya middle class kita. Dan masih banyak lagi yang menjadi tantangan kita di dalam negeri, tapi juga ada kesempatan," terangnya.

Simak juga Video 'Ekonomi Jakarta Gerak Hampir Rp 250 M Berkat The Weeknd-Pestapora':

(hrp/fdl)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads