Pemerintah Amerika Serikat (AS) akhirnya mencabut sementara sanksi terhadap bahan bakar minyak (BBM) dari Rusia demi meredam lonjakan harga. Presiden AS Donald Trump mengklaim Moskow telah menyetujui penambahan pasokan solar ke pasar internasional.
Sanksi terhadap BBM asal Rusia dijatuhkan lantaran perang dengan Ukraina. Kebijakan ini diambil ketika harga solar yang digunakan untuk sektor pertanian, angkutan barang, hingga pemanas rumah mendekati rekor tertinggi.
Dilansir dari Reuters, Sabtu (10/10/2026), harga solar turun setelah pengumuman tersebut. Namun, para analis menilai kesepakatan itu mungkin belum cukup untuk menjaga harga tetap rendah.
Trump mengklaim telah melakukan pembicaraan yang sangat sukses dengan Presiden Rusia Vladimir Putin. Dalam pembicaraan tersebut, Rusia sepakat segera memasok lebih dari 300.000 metrik ton solar ke pasar AS dan global, setara dengan sekitar 2,25 juta barel bahan bakar.
Sebagai perbandingan, AS mengekspor sekitar 1,5 juta barel solar per hari. Setelah pembicaraan tersebut, utusan Putin, Kirill Dmitriev, memuji kerja sama antara Rusia dan AS melalui unggahan di platform X.
Menurut sumber yang mengetahui persoalan tersebut, Dmitriev sebelumnya meminta pejabat AS memberikan izin ekspor solar ke pasar Amerika bagi seluruh perusahaan minyak besar Rusia. Permintaan itu disampaikan saat kunjungannya ke Washington bulan lalu.
Pada Oktober 2025, AS menjatuhkan sanksi terhadap perusahaan minyak Rusia terkait perang di Ukraina yang dimulai pada 2022. Ekspor solar tersebut berpotensi memberikan pendapatan miliaran dolar kepada Rusia yang dapat digunakan Putin untuk melanjutkan perang.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy mengkritik kesepakatan tersebut sebagai keputusan lemah dari negara-negara mitra yang kuat. Kesepakatan itu diumumkan ketika delegasi Ukraina sedang berada di AS untuk membahas upaya penyelesaian perang.
"Hadiah untuk Putin tidak akan membawa perdamaian atau manfaat apa pun bagi dunia yang beradab. Rusia akan 'membalas' solar tersebut dengan lebih banyak teror dan pengkhianatan," kata Zelenskiy melalui X.
Sementara itu, Departemen Keuangan AS telah menerbitkan izin yang memungkinkan impor solar Rusia hingga 7 April. Trump mengatakan Rusia akan memasok tambahan 500.000 ton solar pada November dan 1 juta ton berikutnya segera setelah itu.
Menurut Trump, pasokan tambahan masih memungkinkan setelah pengiriman tersebut, bergantung pada kondisi kilang solar Rusia yang mengalami kerusakan akibat serangan Ukraina.
(hns/hns)