×
Ad

Pertamina Genjot Ekonomi Warga Pesisir, Begini Caranya

Retno Ayuningrum - detikFinance
Minggu, 11 Okt 2026 08:30 WIB
Foto: Dok. Pertamina Patra Niaga
Jakarta -

PT Pertamina Patra Niaga mendorong pemberdayaan masyarakat pesisir melalui Program Sekolah Alam Anak Pesisir di Desa Cendi Manik, Nusa Tenggara Barat. Program yang berjalan sejak 2014 ini mengintegrasikan pendidikan, pelestarian lingkungan dan penguatan ekonomi masyarakat.

VP Community Involvement Development PT Pertamina Patra Niaga, Dian Hapsari Firasati mengatakan, program ini merupakan bagian dari upaya perusahaan untuk menghadirkan manfaat berkelanjutan melalui pengembangan potensi masyarakat dan peningkatan akses pendidikan.

"Melalui Program Sekolah Alam Anak Pesisir, kami ingin menghadirkan ruang belajar yang tidak hanya memberikan pengetahuan, tetapi juga menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan, kreativitas, dan kemandirian anak-anak. Kami percaya bahwa pemberdayaan yang mengintegrasikan pendidikan, ekologi, dan ekonomi dapat menciptakan dampak berkelanjutan bagi masyarakat pesisir," ujar Dian dalam keterangan tertulis, Minggu (11/10/2026).

Program yang menjangkau 135 penerima manfaat ini menjadikan alam sebagai ruang belajar bagi anak-anak pesisir. Melalui pendekatan tersebut, anak-anak tidak hanya memperoleh pengetahuan di dalam kelas, tetapi juga belajar mengenal ekosistem mangrove, menjaga lingkungan, mengembangkan kreativitas, serta memahami potensi ekonomi di wilayah tempat mereka tumbuh.

Dari aspek lingkungan, program ini telah mendukung penanaman 4.500 bibit mangrove untuk rehabilitasi pesisir, dengan potensi penyimpanan karbon sebesar 80,763 ton CO₂ per hektare. Pada aspek pendidikan, sebanyak 1.772 peserta telah terlibat dalam 11 kegiatan pembelajaran pesisir, dengan 860 kunjungan per tahun ke destinasi edukasi mangrove dan pesisir.

Sementara itu, dari aspek ekonomi, program menghasilkan tambahan pendapatan kelompok berbasis potensi lokal sebesar Rp 24 juta per tahun dan efisiensi biaya energi sebesar Rp 6,6 juta per tahun melalui pemanfaatan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS). Program ini juga memperkuat kolaborasi dan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan kawasan pesisir.

Keunikan Sekolah Alam Anak Pesisir terletak pada pendekatan pembelajaran 3E, yaitu Ekologi, Edukasi, dan Ekonomi. Kawasan mangrove, pesisir, serta ruang terbuka dimanfaatkan sebagai media belajar langsung melalui kegiatan menanam dan merawat mangrove, mengenal ekosistem pesisir, memainkan permainan tradisional, hingga memahami potensi ekonomi lokal.

Pengembangan program dilakukan secara bertahap. Pada 2024, kegiatan difokuskan pada pembentukan kelompok, pembangunan Rumah Literasi sebagai ruang pembelajaran, serta peningkatan kapasitas melalui benchmarking ke Anak Alam Learning House di Sumbawa, NTB. Pada 2025, program mengembangkan Kurikulum 3E sebagai acuan pembelajaran. Selanjutnya, pada 2026, pengembangan Pertakid dilakukan sebagai media pembelajaran bagi peserta didik Sekolah Alam Anak Pesisir.




(acd/acd)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork