Trump Umumkan Gencatan Senjata Rusia-Ukraina, Harga Minyak Langsung Turun

Trump Umumkan Gencatan Senjata Rusia-Ukraina, Harga Minyak Langsung Turun

Andi Hidayat - detikFinance
Senin, 12 Okt 2026 15:12 WIB
U.S. President Donald Trump speaks during an observance ceremony marking the 25th anniversary of the September 11, 2001 attack on the Pentagon, in Washington, D.C., September 11, 2026. REUTERS/Jonathan Ernst
Foto: REUTERS/Jonathan Ernst
Jakarta -

Harga minyak dunia bergerak turun pada perdagangan Senin (12/10/2026), menyusul pengumuman Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengenai kesepakatan Rusia dan Ukraina untuk menghentikan serangan terhadap fasilitas energi.

Mengutip CNBC, harga minyak Brent untuk kontrak pengiriman Desember turun 0,77% menjadi US$ 103,91 per barel. Sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk kontrak bulan November turun 1,26% menjadi US$ 90,96 per barel.

"Mulai sekarang, gencatan senjata energi diberlakukan dalam perang antara Rusia dan Ukraina. Kedua pihak telah menyetujuinya. Jangan melanggarnya!" kata Trump dalam pernyataan di media sosial, dikutip dari CNBC, Senin (12/10/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam kesempatan terpisah, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky, juga mendukung gencatan senjata tersebut. Ia juga meminta Rusia untuk mendukung upaya gencatan senjata tersebut.

ADVERTISEMENT

"Ukraina mendukung gencatan senjata, dan penting agar Rusia juga mendukungnya," dalam unggahan sosial medianya.

Peluang bertambahnya pasokan energi Rusia ke pasar global juga semakin terbuka setelah tercapainya kesepakatan dengan AS pada Jumat (9/10) kemarin. Trump saat itu mengatakan, Rusia akan memasok lebih dari 4 juta ton diesel ke pasar global berdasarkan kesepakatan yang dicapai bersama Presiden Rusia, Vladimir Putin, melalui percakapan telepon.

Sementara itu, kantor berita pemerintah Arab Saudi melaporkan Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, telah menelepon Menteri Luar Negeri Arab Saudi, Faisal bin Farhan bin Abdullah. Keduanya membahas meningkatnya ketegangan di kawasan serta upaya untuk meredakannya.

Araghchi mengatakan, Iran siap memberi bantuan untuk digelarnya dialog antara Arab Saudi dan Houthi Yaman.

Namun begitu, harga minyak diperkirakan akan tetap fluktuatif dalam jangka pendek karena konflik AS-Iran berlanjut dan dampak Badai Isaias terhadap produsen energi AS.

"Tekanan pada harga minyak diperkirakan akan tetap naik karena Badai Isaias menguat menjadi Kategori 3 dengan kecepatan angin 120 mph saat mendekati Pantai Teluk AS, memaksa produsen energi untuk mengurangi produksi lepas pantai," kata riset UOB.

"Secara terpisah, serangan rudal Houthi terhadap bandara Riyadh di Arab Saudi pada hari Sabtu yang menewaskan 12 orang dan melukai lebih dari 300 orang, telah secara signifikan meningkatkan premi risiko Timur Tengah," tambah UOB.

Saksikan Live DetikSore :

(acd/acd)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads