Harga Minyak Dunia Sudah Mendidih ke US$ 106/Barel!

Harga Minyak Dunia Sudah Mendidih ke US$ 106/Barel!

Ignacio Geordi Oswaldo - detikFinance
Rabu, 14 Okt 2026 11:42 WIB
Sebuah gambar menunjukkan pemandangan fase 12 fasilitas ladang gas South Pars di dekat kota Kangan di selatan Iran, di tepi Teluk, pada 22 Januari 2014. Harga minyak melonjak setelah serangan Israel menghantam fasilitas Iran di ladang gas utama Teluk
Foto: (AFP/BEHROUZ MEHRI)
Jakarta -

Harga minyak mentah dunia semakin memanas pada perdagangan hari ini imbas meningkatnya risiko gangguan pasokan akibat serangan Houthi Yaman terhadap Arab Saudi. Kenaikan harga ini terjadi di tengah rencana peningkatan pasokan diesel global dari Rusia.

Melansir Reuters, Rabu (14/10/2027), harga minyak mentah Brent berjangka yang kerap menjadi patokan global naik 89 sen atau 0,8% menjadi US$ 106,58 per barel per pukul 00.30 GMT (07.30 WIB). Padahal di hari sebelumnya harga minyak mentah ini sempat turun 0,9%.

Sementara itu harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS berjangka yang juga kerap menjadi patokan global naik 80 sen atau 0,9% menjadi US$ 94,94 per barel. Kenaikan ini melanjutkan tren penguatan setelah pada perdagangan hari sebelumnya sudah naik 0,4%.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kekhawatiran akan pasokan yang timbul dari konflik antara Houthi dan Arab Saudi mendorong harga lebih tinggi," kata kepala strategi di Nissan Securities Investment, Hiroyuki Kikukawa.

Terakhir kelompok Houthi Yaman dilaporkan telah menyerang gedung administrasi milik perusahaan minyak milik negara Saudi Aramco di kota Dhahran. Serangan ini menyebabkan kebakaran terbatas,

ADVERTISEMENT

Lebih lanjut ia memproyeksikan gejolak harga minyak mentah dunia akan sangat terbatas dalam beberapa waktu ke depan mengingat bagaimana Rusia akan mulai kembali memasok bahan bakar diesel ke pasar internasional. Atas dasar ini ia memperkirakan WTI akan diperdagangkan antara US$ 90 hingga US$ 100 per barel.

"Namun, ekspektasi bahwa peningkatan ekspor diesel Rusia akan mengurangi ketatnya pasar kemungkinan akan membatasi pergerakan harga yang tajam ke arah mana pun," jelas Kikukawa.

Saksikan Live DetikSore:

(igo/fdl)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads