PT Pertamina (Persero) terus memperkuat ketahanan pasokan serta mempercepat distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) di Bali dan berbagai wilayah Indonesia. Langkah tersebut dilakukan melalui penambahan armada, penguatan pasokan, optimalisasi infrastruktur distribusi, hingga koordinasi lintas pemangku kepentingan guna mengurai antrean di SPBU.
Capaian pemulihan tersebut disampaikan saat kunjungan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia bersama Gubernur Bali I Wayan Koster dan Direktur Utama Pertamina Simon Aloysius Mantiri di Fuel Terminal Sanggaran, Bali, Senin (19/10).
Bahlil menyampaikan, kini kondisi pasokan BBM di Bali telah berangsur pulih secara signifikan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Alhamdulillah, puji Tuhan, untuk di Bali sudah bisa teratasi. Tadi saya minta Pertamina untuk menaikkan status yang tadinya 11 hari menjadi 15 hari, dan sore ini sudah tercapai. Jadi stok kita di Bali aman 15 hari," ujar Bahlil pada keterangan tertulisnya, Selasa (20/10/2026).
Guna mempercepat proses pemulihan di lapangan, Pertamina meningkatkan jumlah kapal pengangkut BBM dari Jawa menuju Bali dari yang sebelumnya tiga kapal kini menjadi tujuh kapal.
Upaya ini juga didukung penuh oleh optimalisasi operasional Fuel Terminal Manggis dan Fuel Terminal Sanggaran untuk memperkuat aspek penerimaan, penyimpanan, hingga penyaluran ke berbagai SPBU.
Direktur Utama Pertamina Simon Aloysius Mantiri menegaskan bahwa kelancaran distribusi energi merupakan prioritas utama perusahaan demi menjaga mobilitas masyarakat dan perputaran roda ekonomi daerah.
"Kami meyakini bahwa energi adalah denyut nadi dari perekonomian, khususnya di Pulau Bali, untuk membantu sektor pariwisata, UMKM, termasuk aktivitas ekonomi lainnya. Pertamina berkomitmen untuk terus memberikan pelayanan penyaluran dan distribusi energi serta memastikan seluruh wilayah dapat dilayani dengan baik," ungkap Simon.
Ia menambahkan, Pertamina secara berkelanjutan melakukan evaluasi di seluruh rantai pasok dari hulu hingga hilir, mulai dari pengadaan, pengangkutan, penyimpanan, hingga penyaluran kepada masyarakat. Sinergi solid antar-entitas di dalam Pertamina Group terus digalang untuk memastikan ketahanan energi nasional tetap terjaga dengan baik.
Sementara itu, Gubernur Bali I Wayan Koster memberikan apresiasi tinggi atas gerak cepat Pertamina serta kolaborasi lintas instansi yang melibatkan pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI, Polri, hingga masyarakat.
"Sejak Sabtu dan Minggu, suplai ke SPBU secara umum berjalan lancar dan antrean sudah tidak banyak lagi," kata Koster.
Koster menjelaskan, sejumlah kebijakan pendukung seperti pemberlakuan bekerja dari rumah (work from home), pembelajaran daring, serta pengaturan pembelian BBM menggunakan skema ganjil-genap turut membantu kelancaran operasional di SPBU. Kebijakan ganjil-genap ini bahkan diperpanjang hingga 23 Oktober 2026 dan fleksibel dievaluasi lebih awal sesuai dinamika di lapangan.
Dari sisi operasional hilir, Direktur Utama Pertamina Patra Niaga Mars Ega Legowo Putra menyatakan bahwa penguatan suplai terus digenjot, termasuk memasok kargo Pertamax tambahan serta memaksimalkan distribusi hingga ke jaringan Pertashop.
Perkuat Distribusi Energi di Berbagai Wilayah Indonesia
Di samping memulihkan lini distribusi di Pulau Dewata, Pertamina juga terus mengamankan pasokan BBM di berbagai titik lain di tanah air dengan menyesuaikan pola logistik terhadap tantangan geografis dan cuaca.
Misalnya di beberapa wilayah Kalimantan, Sulawesi, dan Sumatera, pendangkalan alur sungai akibat faktor cuaca sempat memengaruhi pelayaran kapal pengangkut BBM berukuran besar. Untuk menyiasatinya, Pertamina sigap mengalihkan pola distribusi melalui optimalisasi jalur darat sebagai jalur alternatif penyaluran.
Bahlil memastikan bahwa cadangan stok BBM nasional berada dalam posisi yang sangat aman dan terkendali. Tercatat, ketahanan cadangan Pertalite berada di kisaran 16-18 hari, sementara jenis BBM lainnya bahkan berada di atas 20 hari.
"Secara cadangan nasional tidak ada yang perlu kita khawatirkan. Sekarang distribusinya yang kita perlancar," tegas Bahlil.
Menutup rangkaian pemulihan ini, Simon turut menyampaikan apresiasi mendalam kepada Pemprov Bali, Forkopimda, Kodam Udayana, Polda Bali, serta seluruh pihak yang bahu-membahu mengawal kelancaran operasional di lapangan. Pihak Pertamina juga menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang sempat dirasakan masyarakat selama masa transisi pemulihan layanan.
"Terima kasih atas dukungan dan pengertian seluruh masyarakat Bali. Kami terus melakukan evaluasi dan perbaikan agar pelayanan energi kepada masyarakat semakin baik," pungkas Simon.










































