PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat (JBB) terus memaksimalkan distribusi bahan bakar minyak (BBM) dari Integrated Terminal (IT) Balongan. Langkah ini dilakukan untuk menjaga ketersediaan BBM dan memenuhi kebutuhan masyarakat di Majalengka.
"Menanggapi informasi mengenai ketersediaan stok BBM jenis Pertalite di sejumlah SPBU di Majalengka, Pertamina Patra Niaga terus melakukan pemantauan kondisi stok di lapangan serta mengoptimalkan pengaturan distribusi BBM dari Integrated Terminal (IT) Balongan," kata Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional JBB Reno Fri Daryanto dalam keterangan resmi yang diterima detikcom, Rabu (21/10/2026).
Reno mengatakan pihaknya juga terus berupaya mempercepat pengiriman BBM ke sejumlah SPBU. Upaya tersebut disertai dengan pemantauan ketersediaan stok BBM dan kebutuhan masyarakat.
"Sebagai langkah antisipatif, Pertamina Patra Niaga mempercepat pengiriman BBM ke sejumlah SPBU di wilayah Majalengka guna menjaga ketersediaan stok dan memastikan kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi dengan baik," jelasnya.
"Pertamina Patra Niaga juga terus berkoordinasi dengan pengelola SPBU untuk memantau perkembangan stok dan kebutuhan aktual di lapangan, sehingga pengiriman dapat dioptimalkan sesuai kondisi masing-masing SPBU, khususnya selama pekan ini," sambungnya.
Untuk membantu masyarakat memperoleh informasi mengenai lokasi SPBU terdekat, Pertamina Patra Niaga mengimbau masyarakat memanfaatkan aplikasi MyPertamina. Melalui aplikasi tersebut, masyarakat dapat mencari lokasi SPBU dan merencanakan pengisian BBM dengan lebih mudah.
Pertamina Patra Niaga juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan membeli BBM sesuai kebutuhan serta tidak melakukan pembelian berlebihan agar penyaluran BBM berjalan dengan baik dan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi.
Masyarakat yang membutuhkan informasi lebih lanjut terkait layanan dan penyaluran BBM dapat menghubungi Pertamina Contact Center (PCC) 135.
Tonton juga video "Bahlil Minta Pertamina Tambah Cadangan BBM Bali Jadi 15 Hari"
Simak Video "Membina Desa Kuta, Membangun Ekonomi Mandiri yang Berkelanjutan"
(ega/ega)