Presiden Prabowo Subianto merespons peristiwa antrean panjang isi BBM yang terjadi beberapa waktu belakangan di Bali.
Menurut Prabowo, peristiwa antrean panjang BBM di Bali terjadi bukan karena stok BBM kosong, dia meyakinkan pasokan BBM nasional masih cukup untuk memenuhi kebutuhan nasional. Masalah di Bali, menurutnya terjadi karena keterlambatan distribusi.
Maka dari itu, dia meminta Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia hingga Direktur Utama PT Pertamina Simon Aloysius Mantiri untuk memeriksa kembali kontrak-kontrak distribusi BBM.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca juga: Bahlil Buka Opsi Tambah Kuota Pertalite |
"Jadi saya perintahkan Menteri ESDM, saya perintahkan Dirut Pertamina ya, saya perintahkan Danantara, kemudian BUMN-BUMN yang ada itu untuk memeriksa lagi kontrak-kontrak (distribusi BBM) itu," ujar Prabowo dalam Sidang Kabinet Paripurna yang dikutip dari unggahan video resmi Sekretariat Kabinet, Jumat (23/10/2026).
Dalam Sidang Kabinet yang sama, Bahlil sendiri menjelaskan terkait biang kerok terjadinya antrean BBM di Bali. Ia mengatakan adanya keterlambatan pasokan BBM di Bali terjadi akibat kendala distribusi dari Jawa Timur. Kapal yang seharusnya tiba pukul 05.30 WITA baru masuk pada malam hari.
"Alhamdulillah hari ini di Bali, Bapak Presiden, stoknya sudah mencapai 12 hari. Cuma memang kita harus antisipasi di beberapa wilayah yang akibat daripada cuaca ini pendangkalan sungai," beber Bahlil ke Prabowo.
Sementara itu, Bahlil melaporkan bahwa cadangan BBM secara nasional masih dalam keadaan aman. Namun, cadangan Pertalite saat ini berada di kisaran 16-18 hari.
"Untuk cadangan BBM kita sekarang, untuk Pertalite, Bapak Presiden, di angka 16 sampai 18 hari. Ini yang subsidi, RON 90. Kalau yang lainnya semua di atas standar minimum nasional," terangnya.
(hrp/hal)
